Media Kompas.Com, Aceh Utara – Ratusan warga Aceh Utara kembali turun ke jalan mendesak pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, untuk segera menetapkan status bencana nasional atas musibah banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam aksi yang berlangsung di depan kantor bupati Aceh Utara tersebut, massa menyampaikan orasi dari atas kendaraan bak terbuka sambil membawa spanduk bertuliskan tuntutan penetapan status bencana nasional serta percepatan penanganan bagi korban terdampak.
Azhar menilai, kerusakan yang ditimbulkan banjir sangat luas, mulai dari hilangnya rumah warga, rusaknya fasilitas umum, hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, mereka meminta pemerintah pusat tidak lagi menunda penetapan status bencana nasional agar penanganan dapat dilakukan lebih maksimal.
“Kami rakyat Aceh Utara mendesak Presiden Prabowo menetapkan status bencana nasional. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami siap menggelar aksi yang lebih besar,” ujarnya.
Aksi Sempat Diwarnai Ketegangan
Dari pantauan di lapangan, aksi sempat diwarnai ketegangan. sejumlah saksi mata menyebut terjadi insiden pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat TNI. Informasi yang diperoleh menyebutkan, tindakan itu dilakukan dengan menggunakan gagang senjata api. namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak TNI terkait kejadian tersebut.
Meski sempat memanas, aksi tetap berjalan hingga selesai dengan pengawalan aparat keamanan.
Harapan Warga
Masyarakat berharap pemerintah pusat segera memberikan perhatian serius, tidak hanya pada penanganan darurat tetapi juga rehabilitasi jangka panjang, termasuk penyediaan hunian sementara, bantuan tunai, serta pemulihan sarana dan prasarana publik.
Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan warga yang merasa penanganan bencana belum maksimal dan menginginkan kehadiran negara secara penuh dalam memulihkan kehidupan mereka pasca bencana.



















