Kiprah Pengabdian Dunia Pendidikan “Kacabdin Sampang Dapat Gelar Kehormatan Raden Tumenggung Hario ” 

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Sampang , mediakompas.com— Tidak semua peristiwa besar lahir dari rencana. Sebagian justru muncul dari kesunyian panjang, dari kerja yang tekun dan nyaris tak disorot. Senin, 22 Desember 2025, sejarah kecil tapi bermakna justru menghampirinya. Di Gedung PKPRI Sampang, dalam sebuah festival budaya yang sederhana namun khidmat, *Mas’udi Hadiwijaya* menerima sebuah kehormatan yang tak bisa dibeli: *Pengakuan Adat*, Kamis (25/12/2025).

Festival Adat Budaya Nusantara yang digelar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sampang awalnya diniatkan sebagai ruang temu budaya dan pendidikan. Namun malam itu, festival berubah menjadi peristiwa kehormatan bagi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd.

Dengan tema *“Harmonisasi Budaya Nusantara dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Bangsa”*, acara ini menghadirkan suasana yang berbeda dari seremoni pendidikan pada umumnya. Sekitar 50 tokoh Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) hadir bersama para kepala sekolah SMA/SMK se-Sampang, serta Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

MATRA penjaga hukum adat, kearifan lokal, dan nilai-nilai leluhur datang bukan sebagai tamu biasa. Mereka membawa mandat budaya, memori panjang Nusantara, dan kehendak untuk menautkan kembali pendidikan dengan akar identitas bangsa.

Dihadapan para raja dan pemangku adat dari berbagai wilayah Nusantara, Mas’udi Hadiwijaya dipanggil ke tengah ruang. Tanpa seremoni berlebihan, tanpa naskah yang dibacakan panjang lebar, ia dianugerahi gelar adat kehormatan dari Praja Mangkualaman Yogyakarta dengan sebutan *“Raden Tumenggung Hario.”*

Sebuah gelar yang dalam tradisi Jawa bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas integritas, pengabdian, dan kepemimpinan moral.

Baca Juga:  Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan Polsek Menjalin

Mas’udi dikenal sebagai figur yang tidak banyak berbicara tentang dirinya. Namun rekam jejaknya berbicara sendiri. Ia konsisten mendorong pendidikan yang tidak tercerabut dari nilai budaya, memastikan sekolah tidak hanya mencetak lulusan cerdas, tetapi manusia yang mengenal asal-usulnya.

Dalam sambutannya, Mas’udi menegaskan kegelisahan yang kerap ia rasakan. “Generasi muda kita jangan sampai asing dengan budayanya sendiri. Pendidikan harus membentuk karakter, bukan sekadar mengejar nilai akademik,” ujarnya.

Nada serupa ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Menurutnya, sekolah seharusnya berdiri sebagai garda terdepan pelestarian budaya. “Pendidikan bukan hanya tentang angka di atas kertas. Sekolah harus menjadi rumah bagi budaya, tempat nilai-nilai luhur diwariskan,” katanya.

Festival ini menjadi langka karena menghadirkan raja-raja dan pemangku adat Nusantara dalam satu ruang, satu niat, dan satu pesan: budaya adalah fondasi pendidikan bangsa, bukan pelengkap yang bisa diabaikan.

Acara ditutup dengan penampilan Poey Stings, musisi asal Malaysia. Lagu demi lagu mengalun, hingga akhirnya ditutup dengan “Dalam Diam Aku Mencintaimu.” Lagu itu terasa seperti epilog yang tepat—sebuah metafora tentang pengabdian Mas’udi Hadiwijaya: bekerja tanpa hiruk-pikuk, mencintai pendidikan dan budaya dalam diam, namun meninggalkan jejak yang dalam.

Hari itu, Sampang tidak hanya menggelar festival. Ia menorehkan sebuah catatan penting: ketika seorang pendidik diberi gelar adat, sesungguhnya yang dihormati adalah komitmen menjaga masa depan bangsa melalui akar budayanya.

Berita Terkait

Jamaluddin Idham Salurkan Ribuan Beasiswa PIP Tahap I Tahun 2026
Rumah Warga di Langkahan Terbakar, Balita dan Ibu Berhasil Diselamatkan Tetangga
Empat Pria dan Sabu 64 Gram Diciduk Polisi di Nisam
Bupati Satono dan Herzaky Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di Jalan Penakalan Sambas
Dinsos Aceh Utara Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Angin Kencang di Kampung Tempel Cot Girek
Kejujuran dan Keikhlasan Orang Tua Jadi Harapan Penyelesaian Kasus Cot Girek, Dinantikan Karyawan PTPN IV
‎Diduga Sering Tidak Hadir, Kinerja Pimpinan SMAN 1 Tanah Pasir Kini Disorot
Angin Topan Hantam Rumah Jurnalis dan Janda Tua, Camat Langsung Tinjau Lokasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:28

Jamaluddin Idham Salurkan Ribuan Beasiswa PIP Tahap I Tahun 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 15:21

Rumah Warga di Langkahan Terbakar, Balita dan Ibu Berhasil Diselamatkan Tetangga

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:51

Yukk Urus Pertanahan di Aplikasi Sentuh Tanahku

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:48

Kantor Pertanahan Kabupaten Jepara Mengucapkan Selamat Bergabung Bapak Sri Pranoto sebagai Kakanwil BPN Prov Jawa Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:21

Kredit Lunas ! Yukk Roya Dulu

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:18

Wamen ATR/Waka BPN Tekankan Pentingnya Satu Data Sawah Nasional untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:51

DPRD Indramayu Gelar Rapat Paripurna, Matangkan Tiga Raperda Strategis Daerah

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:56

Empat Pria dan Sabu 64 Gram Diciduk Polisi di Nisam

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x