Mediakompas.com, SAMBAS – Proyek peningkatan jalan lingkungan di Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menjadi perhatian masyarakat setelah kondisi fisik jalan beton di lokasi terlihat mengalami retakan. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek yang didanai dari DAU–APBD Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan dokumentasi foto, tampak retakan memanjang di beberapa bagian permukaan jalan beton. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius, mengingat proyek tersebut merupakan bagian dari program peningkatan prasarana permukiman yang dibiayai dengan dana publik.
Mengacu pada papan informasi proyek, kegiatan ini berada di bawah naungan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Sambas, dengan pelaksana CV. Amirul Insani. Proyek tersebut mencakup beberapa titik pekerjaan peningkatan jalan lingkungan di Desa Mulia dan Desa Pipit Teja, Kecamatan Teluk Keramat, dengan masa pelaksanaan selama 40 hari kalender.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah warga setempat mengaku terkejut melihat kondisi jalan yang terlihat retak, meskipun pekerjaan tersebut diduga belum lama selesai. Mereka berharap hasil pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami berharap jalan ini bisa bertahan lama karena digunakan setiap hari. Kalau sudah terlihat retak, tentu menimbulkan kekhawatiran,” ujar seorang warga Desa Mulia yang enggan disebutkan namanya.
Warga lainnya menilai perlu adanya pengecekan ulang terhadap mutu pekerjaan agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut di kemudian hari.
“Lebih baik dicek dari awal, supaya kalau ada yang kurang bisa segera diperbaiki,” katanya.
Secara umum, retakan pada beton dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor teknis, seperti kualitas material, metode pengerjaan, maupun proses perawatan beton pasca pengecoran. Karena itu, masyarakat berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh untuk memastikan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPRKPLH Kabupaten Sambas maupun pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi jalan tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi instansi terkait untuk mendapatkan penjelasan dan klarifikasi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti temuan ini secara terbuka dan profesional, guna menjaga kualitas pembangunan serta kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sambas.



















