Warga Terpaksa Antre Panjang untuk Dapatkan Pertamax dan Pertalite Pasca Banjir

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

MediaKompas.Com, ACEH UTARA – Setelah musibah banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Aceh Utara, warga kini menghadapi persoalan baru: kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini memaksa masyarakat mengantre panjang di sejumlah SPBU untuk mendapatkan Pertamax dan Pertalite, seperti terlihat di salah satu SPBU pada Selasa (2/12/2025).

Pantauan di lokasi mediakompas.Com, puluhan warga membawa jeriken dan sepeda motor, berdiri berbaris rapi menunggu giliran mengisi BBM. Antrean memanjang hingga ke luar area SPBU, sementara sebagian masyarakat memilih duduk menunggu karena antrean berlangsung lama.

Sejumlah warga mengaku terpaksa membeli BBM dengan jeriken karena kendaraan mereka terendam banjir dan membutuhkan bahan bakar untuk membersihkan mesin, atau untuk keperluan kerja yang mulai berjalan kembali pasca bencana.

“Kami sudah sulit sejak banjir, sekarang BBM pun susah. Terpaksa antre dari pagi karena Pertalite dan Pertamax katanya kosong di beberapa SPBU lain,” ujar salah satu warga.

Warga lainnya mengeluhkan bahwa antrean panjang ini terjadi sejak dua hari terakhir. Mereka berharap distribusi BBM dapat segera normal agar masyarakat yang sedang memulihkan kondisi pasca banjir tidak semakin terbebani.

“Kami butuh BBM untuk aktivitas harian. Banyak yang sedang memperbaiki rumah dan kendaraan yang rusak. Kalau BBM sulit, pekerjaan kami makin terhambat,” ungkap warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU masih melayani masyarakat meski tekanan antrean terus meningkat. Belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina mengenai penyebab kelangkaan dan keterlambatan distribusi BBM pasca banjir di wilayah tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan Pertamina bergerak cepat memastikan pasokan aman agar aktivitas warga dapat kembali normal setelah dihantam bencana banjir.

Baca Juga:  Direktorat Jenderal Penataan Agraria Melakukan Verifikasi dan Validasi NPGT di Provinsi Kalimantan Selatan

Berita Terkait

PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia
Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove
Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh
Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN
Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:19

PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:50

Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:57

Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:54

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:52

Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x