Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

SAMBAS — Persoalan sulitnya nelayan Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mendapat perhatian Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

Saat berbincang langsung dengan masyarakat dan nelayan Paloh, Krisantus menerima keluhan terkait keterbatasan jatah pembelian BBM bersubsidi di SPBU Tanah Hitam. Dalam pertemuan tersebut, salah seorang perwakilan nelayan, Hermanto, menyampaikan bahwa jatah yang diterima nelayan dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional untuk melaut.

Menurut keterangan yang disampaikan kepada wartawan, nelayan saat ini disebut hanya mendapatkan sekitar 11 liter BBM setiap kali pembelian, dengan kesempatan pembelian sebanyak empat kali dalam sebulan. Dengan demikian, total BBM yang diterima sekitar 44 liter per bulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut dinilai jauh dari kebutuhan nelayan untuk menjalankan aktivitas melaut.

Persoalan semakin menjadi perhatian karena, menurut keluhan nelayan, terdapat perbedaan antara jumlah BBM yang tercantum dalam rekomendasi dengan realisasi yang diterima di SPBU Tanah Hitam yang dikelola PT Paloh Berkah Jaya Abadi.

Nelayan menyebut rekomendasi yang diterbitkan oleh Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sambas mencantumkan kebutuhan BBM bersubsidi sekitar 500 hingga 600 liter per bulan. Namun, realisasi pembelian yang disebut diterima nelayan saat ini hanya sekitar 44 liter per bulan.

Krisantus disebut melihat langsung dokumen rekomendasi tersebut dan mendengarkan penjelasan nelayan mengenai kondisi yang terjadi di lapangan.

Keluhan ini menjadi penting karena sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sambas bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) juga telah melakukan pertemuan dengan pihak SPBU dan perwakilan nelayan Paloh untuk membahas mekanisme penyaluran BBM bersubsidi. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menjelaskan bahwa penyaluran BBM subsidi bagi nelayan harus mengikuti ketentuan BPH Migas dan didukung data nelayan yang valid.

Baca Juga:  87 Kepala Sekolah Aceh Utara Tandatangani Perjanjian Kinerja, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Apresiasi

Dorong Pembangunan SPBN di Paloh Mendengar langsung persoalan tersebut, Krisantus menyatakan akan membawa keluhan nelayan Paloh ke tingkat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk dilakukan evaluasi.

Selain itu, ia juga mendorong agar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dapat segera dibangun di Kecamatan Paloh.

Krisantus meminta agar pemerintah dan pihak terkait segera menyiapkan lahan yang diperlukan sebagai lokasi pembangunan SPBN tersebut.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan distribusi BBM bagi nelayan Paloh, sehingga nelayan tidak terus bergantung pada mekanisme penyaluran yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan operasional mereka.

Kecamatan Paloh sendiri sebelumnya telah memiliki fasilitas SPBU di Desa Tanah Hitam. SPBU tersebut merupakan salah satu titik program BBM Satu Harga yang diresmikan pemerintah pada 2017.

Bagi nelayan, keberadaan fasilitas khusus seperti SPBN dinilai penting untuk memastikan kebutuhan bahan bakar kegiatan penangkapan ikan dapat dilayani secara lebih tepat dan sesuai ketentuan.

Krisantus Kurniawan sendiri merupakan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2025–2030 bersama Gubernur Ria Norsan. Keduanya dilantik pada 20 Februari 2025.

Persoalan kuota BBM subsidi nelayan Paloh kini diharapkan tidak berhenti pada dialog, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui evaluasi mekanisme penyaluran, validasi data, serta koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BPH Migas, Pertamina, pengelola SPBU dan kelompok nelayan.

Nelayan berharap evaluasi tersebut mampu menghasilkan solusi konkret agar kebutuhan BBM untuk melaut dapat terpenuhi secara adil, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Wartawan : Suhardi

Editor : aryo

Berita Terkait

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:13

Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:52

Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:49

Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:48

Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:47

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x