Warga Matang Seuke Pulot butuh air bersih dan obat-obatan

- Penulis

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Media Kompas.Com, ACEH UTARA — Korban bencana banjir bandang di Gampong Matang Seuke Pulot, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara mulai mengalami krisis air bersih layak konsumsi. Selain itu, mereka juga sangat membutuhkan obat-obatan secara maksimal.

Tokoh pemuda desa itu sekaligus jurnalis aktif, Jamaluddin Idris melaporkan kondisi terkini bahwa kebutuhan air bersih ditandai dengan banyaknya warga yang mulia kesulitan memperoleh air bersih. Antara lain untuk kebutuhan konsumsi dan mandi cuci kakus (MCK).

“Terutama air minum yang layak. Kedua adalah air bersih untuk kebutuhan MCK, karena sebagian sumur warga tertimbun lumpur saat banjir. Selama ini mereka memakai air dengan kondisi seadanya,” kata Jamaluddin, Jumat (26/12/2025).

Di sisi lain, ujar Jamaluddin, warga desa itu pasca banjir kerap menghabiskan hari-hari mereka di dalam air dan lumpur, sehingga tidak sedikit pula di antara mereka yang mengalami beragam penyakit. Lebih-lebih konsumsi makanan selama sebulan terakhir didominasi mie instan dan telur serta ikan kaleng siap saji.

“Yang paling dominan itu penyakit gatal-gatal. Kemungkinan besar kutu air atau infeksi jamur sejenisnya. Selebihnya penyakit luka ringan yang disebabkan terkena benda-benda tajam seperti seng, paku dan lain-lain,” sebut Jamaluddin.

Sebagai mana diketahui, banjir bandang yang terjadi pada 26 November lalu memporak-porandakan kemukiman warga Gampong Matang Seuke Pulot dan sejumlah desa lain di kabupaten tersebut.

“Saya mohon kepada pihak-pihak yang mau mendonasikan ya silakan. Terutama air bersih dan obat-obatan. Bantuan lainnya juga masih dibutuhkan, seperti beras, minyak dan banyak lainnya untuk kebutuhan dapur,” ucap dia lagi.

Baca Juga:  Rakor Bersama Kepala Daerah Se-Sulsel, Menteri Nusron Tegaskan Perlindungan Lahan Pertanian Jadi Prioritas Pemerintah

Berita Terkait

PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia
Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove
Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh
Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN
Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:19

PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:50

Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:57

Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:54

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:52

Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x