Hutan Dirusak, Rakyat Ditinggalkan, Negara Hadir Setengah Hati, Luka Panjang Banjir Aceh Utara

- Penulis

Minggu, 28 Desember 2025 - 13:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Media Kompas.Com, Aceh Utara – Hutan dirusak, rakyat ditinggalkan luka panjang banjir Aceh Utara, nestapa itu kini menggumpal bersama lumpur yang membungkus Aceh Utara, rekapitulasi data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jumlah korban bencana terdampak banjir mencapai 433.064 jiwa.

Bukan sekadar udara yang datang dan pergi, namun endapan tanah yang seolah-olah sengaja ditinggalkan sebagai monumen penderitaan. Lumpur itu bukan hanya menutup lantai rumah, melainkan menenggelamkan harapan warga yang sudah lama hidup dalam keterbatasan.

Rumah-rumah warga porak poranda, Fasilitas umum kehilangan fungsi, lorong-lorong sempit berubah menjadi jalur buntu, tidak ada lagi tempat berteduh waktu panas dan dingin, Bagi warga, ini bukan sekadar bencana, tetapi kehancuran hidup yang terjadi di depan mata.

Di hadapan kondisi itu, warga hanya bisa pasrah. Bukan karena mereka lemah, tapi karena tenaga manusia tak sebanding dengan kekuatan air yang begitu kuat membawa segala sesuatu yang ada dihadapannya.

Banyak yang akhirnya menyerah, duduk termenung melihat rumahnya sudah tidak ada lagi kadang hanya tinggal pondasi dan sekarang tidak ada lagi tempat menetap, menatap pilu sisa-sisa kehidupan yang runtuh.

Banjir bandang ini bukan tak bertuan, di balik derasnya arus, ada tangan-tangan jahil yang merambah hutan, menebang tanpa kendali, merusak tanpa rasa bersalah. Alam yang dipaksa diam akhirnya melawan, dan seperti biasa, rakyat kecil menjadi korban pertama dan paling lama merasakan akibatnya.

Hari-hari pasca banjir berlalu dengan ironi yang menyakitkan. Warga berserah diri kepada Yang Maha Kuasa, sementara kehadiran negara terasa setengah hati. Ada, tapi seperti tiada, bantuan datang seadanya.

Kondisi ini menelanjangi satu kenyataan pahit, korban banjir Aceh Utara tidak butuh belas kasihan, mereka butuh negara yang hadir sepenuhnya. Bukan sekedar pendataan, bukan sekedar pernyataan, tapi tindakan nyata di lapangan. Jika lumpur ini dibiarkan mendominasi, maka yang sesungguhnya membatu bukan hanya tanah, melainkan nurani dan tanggung jawab kekuasaan.

Dilansir dari beberapa sumber, Daya Rusak Bencana Banjir Melebihi Tsunami, Aceh Utara Butuh Lebih Dari Rp20 Triliun Untuk Rehab Dan Rekon, Estimasi waktu untuk pemulihan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik pasca bencana banjir ini cukup lama.

Plt Sekda Aceh Utara kepada media menyebutkan, kita membutuhkan lebih dari Rp.20 triliun untuk rehabilitasi dan rekontruksi. Di sini, Aceh Utara membutuhkan bantuan dari semua pihak terutama dari Pemerintah Pusat, agar kondisi masyarakat pasca bencana dapat pulih, aman dan berdaya, kesimpulannya jika negara hadir setengah hati berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Utara?.

Pusat informasi posko bencana banjir BPBD Aceh Utara, tanggal 27 Desember 2025, jumlah korban yang terdampak, 124.549 kepala keluarga (KK), jumlah jiwa 433.064, jumlah korban yang mengungsi 19.047 KK, jumlah jiwa 67.876 jiwa.

Dampak kerusakan rumah, terendam 72.364, rumah hilang 3.506, rusak berat 6.236, rusak sedang 16.325, rusak ringan 20.280, sawah yang terendam 14.509 Hektare (Ha) tambak 10.674 Ha.

Sementara korban yang meninggal 213 orang, masih hilang 6, lokasi pengungsian 210 titik.

Baca Juga:  Lagi, Bupati Lucky Hakim Lepas Ular, Biawak dan Burhan

Berita Terkait

PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia
Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove
Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh
Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN
Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:19

PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:50

Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:57

Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:54

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:52

Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x