Mediakompas.com, SAMBAS – Proyek saluran irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di beberapa titik yang ada di Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menuai sorotan warga.
Bangunan yang berada di tengah kebun sawit dan pinang itu dinilai bermasalah, baik dari sisi kualitas konstruksi maupun ketepatan lokasi pelaksanaan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian dinding saluran beton mengalami retakan. Pada sambungan antar segmen bahkan terlihat jelas adanya rongga atau celah, sehingga air di dalam saluran tampak dari luar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa titik, lapisan semen juga terlihat mengelupas dan tidak merata.
“Baru seperti ini kondisinya sudah pecah dan jarak antar semennya masih ada rongga. Saya heran, apa memang begini aturan perencanaannya,” ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Selain kualitas bangunan, warga juga mempertanyakan penetapan lokasi proyek. Menurut warga, saluran P3-TGAI justru dibangun di area kebun sawit dan pinang, bukan di lahan pertanian produktif yang benar-benar membutuhkan suplai irigasi.
“Ini kan program untuk mendukung pertanian. Tapi lokasinya di kebun sawit dan pinang. Kami mempertanyakan dasar penentuan lahannya,” kata warga lainnya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai fungsi pengawasan dinas teknis terkait, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga penggunaan anggaran.
Sebab, P3-TGAI merupakan program yang bersumber dari dana negara dan memiliki petunjuk teknis yang mengatur kualitas bangunan serta sasaran lokasi.
Warga menilai lemahnya pengawasan berpotensi menyebabkan proyek tidak tepat sasaran dan kualitas pekerjaan tidak sesuai standar. Jika dibiarkan, hal ini dikhawatirkan hanya akan menghabiskan anggaran tanpa memberikan manfaat maksimal bagi petani.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana P3-TGAI maupun BWSK1 yang membidangi irigasi belum memberikan keterangan resmi terkait kualitas bangunan, dasar penetapan lokasi, serta mekanisme pengawasan dan anggaran proyek tersebut. Media ini masih berupaya meminta konfirmasi.



















