kompasakses.com, SAMBAS – Paket pekerjaan preservasi atau pembangunan jalan ruas Sungai Daun – Semelagi Besar kini tengah menjadi sorotan tajam. Jumat,29 Mei 2026.
Proyek yang didanai oleh APBN melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XII dengan nilai pagu fantastis mencapai Rp13.337.465.111 ini diduga kuat dikerjakan asal-asalan dan tidak memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditentukan dalam kontrak.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek dengan nomor kontrak 1095/PKS/BPJN 12.1.8/2025 tertanggal 19 Desember 2025 ini dimenangkan melalui sistem lelang E-Katalog oleh CV. Dharma Putra Tunggal sebagai kontraktor pelaksana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, bertindak sebagai konsultan pengawas adalah kemitraan tiga perusahaan, yaitu PT. Kurnia Citra Nusa KSO PT. Bintang Inti Rekatama, dan PT. Lima Pilar Persada.
Temuan Investigasi Lapangan: Indikasi Manipulasi Material dan Kualitas Rendah, Dari hasil investigasi mendalam di lokasi proyek, ditemukan sejumlah kejanggalan fisik dan indikasi manipulasi metode kerja yang berpotensi merugikan keuangan negara, antara lain:
Kualitas Aspal Buruk (Berpori Kasar): Di beberapa titik hamparan, permukaan aspal terlihat sangat berpori kasar.
Kondisi ini memicu dugaan kuat bahwa tingkat kepadatan (density) aspal tidak mencapai standar teknis akibat suhu yang terlalu rendah saat proses penghamparan (laying process).
Dugaan Manipulasi Bahan Bakar Blower (MFO vs Solar): Muncul kecurigaan bahwa pihak pelaksana menggunakan minyak bakar Marine Fuel Oil (MFO) pada pembakaran blower material di Asphalt Mixing Plant (AMP).
Padahal, dalam dokumen penawaran resmi, bahan bakar yang dianggarkan adalah Solar (HSD). Selisih harga yang timpang antara Solar dan MFO diduga dimanfaatkan untuk meraup keuntungan ilegal.
Penggunaan MFO ini berdampak langsung pada kualitas material aspal yang menjadi sangat cepat dingin sebelum sempat dipadatkan dengan sempurna.
Indikasi Make-Up Berat Jenis (BJ) Aspal: Hasil analisis lapangan mengindikasikan adanya ketidaksesuaian Berat Jenis (BJ) aspal. Diduga terjadi rekayasa data atau make-up volume BJ aspal agar terlihat memenuhi syarat di atas kertas.
Ancaman Keselamatan Pengendara dan Pengabaian SMK3
Tak hanya masalah kualitas jalan, proyek ini juga dinilai mengabaikan faktor keselamatan.
Ditemukan beberapa bagian bahu jalan yang belum dilakukan pengecoran dan dibiarkan begitu saja. Kondisi bahu jalan yang anjlok atau tidak rata ini menciptakan “jalur tengkorak” yang sangat rawan memicu kecelakaan lalu lintas bagi pengendara yang melintas.
Kelalaian ini memicu pertanyaan besar terkait penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Padahal, anggaran dan komitmen pemenuhan SMK3 wajib tertuang secara jelas di dalam dokumen penawaran kegiatan dan mengikat secara hukum.
Konsultan Pengawas dan BPJN Dipertanyakan
Melihat banyaknya kejanggalan yang kasat mata, kinerja tim konsultan pengawas (PT. Kurnia Citra Nusa KSO) dan fungsi pengawasan dari pihak BPJN selaku pemilik proyek patut dipertanyakan. Publik mendesak agar pihak-pihak terkait segera melakukan audit investigasi independen, melakukan uji lab ulang (core drill) di titik-titik krusial, dan memberikan sanksi tegas jika terbukti terjadi kongkalikong yang mengorbankan kualitas.
Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan. Media ini membuka ruang hak jawab sesuai dengan undang – undang pers.



















