‎Kala PDAM Bungkam di Jantung Aceh Utara: Lima Hari Masjid Baitut Taqwa ‘Kering’, ADM Diduga Tetap Jalan

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Kompasakses.Com, ‎Aceh Utara – Suara keran yang berdesis tanpa mengeluarkan air telah menjadi pemandangan harian di Masjid Baitut Taqwa, Gampong Pulo U, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, selama lima hari terakhir. Bagi warga setempat, ketiadaan air bukan sekadar gangguan teknis, melainkan penghambat utama aktivitas ibadah.

‎Krisis air bersih yang melanda Gampong Pulo U ini, menurut pengakuan perangkat desa pada Senin (3/8/2026), bukan terjadi karena kelalaian warga. Pasalnya, layanan air dari Perumda Tirta Pase yang seharusnya mengalir ke masjid dan rumah-rumah penduduk justru macet total.

‎“ Sudah lima hari air tidak hidup sama sekali. Warga yang hendak menunaikan shalat di masjid pun kesulitan untuk bersuci. Kondisi ini sangat ironis,” ujar salah satu perangkat desa.

‎Ironi di Jalur Strategis

‎Yang membuat warga semakin geram adalah posisi geografis desa mereka. Gampong Pulo U terletak persis di lintasan jalan nasional Medan-Banda Aceh dan secara administratif berada di titik yang relatif dekat dengan Kantor Bupati Aceh Utara. Kedekatan lokasi tersebut seolah tidak menjamin adanya prioritas pelayanan dari perusahaan daerah.

‎“ Kami ini bukan berada di pelosok yang jauh dari jangkauan. Lokasi kami sangat strategis, namun pelayanan air bersih justru seperti diabaikan,” tambah warga setempat dengan nada kecewa.

‎Polemik Tagihan di Tengah Kekeringan
‎Kekecewaan warga memuncak saat menyoroti beban finansial yang tetap harus ditanggung. Meski air tak kunjung mengucur, pihak Perumda Tirta Pase diduga tetap membebankan biaya administrasi sebesar Rp10.000 per bulan.

‎Bagi warga, kebijakan ini dianggap tidak adil. Mereka merasa dipaksa membayar biaya layanan untuk fasilitas yang tidak mereka nikmati. ” Airnya tidak ada, tapi tagihan administrasi tetap harus dibayar. Ini namanya beban ganda bagi masyarakat,” keluh warga lainnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, keran-keran di Gampong Pulo U masih membisu. Di tengah klaim pembangunan daerah yang terus digencarkan, krisis air bersih di depan mata ini menjadi ujian nyata bagi komitmen pelayanan publik Perumda Tirta Pase.

‎Sementara itu, Direktur Umum Perumda Tirta Pase, T. Hidayatuddin, saat dikonfirmasi pada Senin (3/8/2026), belum memberikan respons atau keterangan resmi hingga berita ini ditayangkan.

‎Sesuai dengan prinsip cover both sides serta UU Pers, media ini senantiasa membuka ruang bagi manajemen Perumda Tirta Pase untuk menggunakan hak jawab dan menyampaikan duduk perkara yang sebenarnya kepada publik.

Baca Juga:  Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sambas melalui Bidang Pelayaran melakukan pemantauan dan koordinasi lapangan di kawasan Dermaga dan Pelabuhan Penjajap, Kecamatan Pemangkat

Berita Terkait

Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh
Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN
Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:06

Polsek Minas Pantau Perkembangan Jagung Pipil di Minas Timur, Tanaman Tumbuh Baik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:42

Program Ketahanan Pangan Jagung Pipil di Minas Timur Terus Dipantau, Tanaman Usia 35 Hari Tumbuh Baik

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:17

Polsek Minas Panen Jagung Pipil Kuartal II, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:12

Polsek Minas Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Lahan Jagung ½ Hektare Disiapkan untuk Kuartal Kedua

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:30

Polsek Minas Dampingi Persiapan Lahan Jagung Pipil Seluas 1/2 Hektare di Minas Barat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:24

Usia 47 Hari, Tanaman Jagung Pipil di Rantau Bertuah Tumbuh hingga 1,85 Meter

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:16

Polsek Minas Pantau Budidaya Jagung Pipil di Rantau Bertuah Terus Menunjukkan Perkembangan Positif

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:12

Polsek Minas Pantau Budidaya Jagung Pipil di Rantau Bertuah Terus Menunjukkan Perkembangan Positif

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x