PALOH, Sambas – Harapan besar disampaikan para nelayan di Kecamatan Paloh terkait penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk sektor perikanan. Dalam rapat koordinasi (Rakor) yang digelar di Kecamatan Paloh, nelayan meminta agar kuota empat tangki BBM yang menjadi hak mereka dapat tersalurkan penuh pada bulan Agustus 2026.
Permintaan tersebut muncul setelah pada bulan Juli lalu hanya tiga tangki BBM yang berhasil disalurkan kepada nelayan. Sementara satu tangki lainnya tidak sampai ke tujuan sehingga mengurangi jatah yang seharusnya diterima masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari aktivitas melaut.
Menurut keterangan yang disampaikan Camat Paloh dalam forum tersebut, satu tangki BBM yang gagal disalurkan diduga mengalami kendala saat proses pengangkutan akibat kebocoran ban kendaraan pengangkut. Akibat insiden tersebut, distribusi tidak dapat dilaksanakan sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, para nelayan berharap pemerintah dan pihak terkait tidak menganggap persoalan tersebut selesai begitu saja. Mereka meminta agar kekurangan satu tangki pada bulan Juli dapat diganti pada distribusi bulan Agustus sehingga hak nelayan tetap terpenuhi.
“Kalau satu tangki tidak tersalur, tentu berdampak pada jumlah BBM yang diterima nelayan. Apalagi jatah per kapal yang diterima relatif kecil. Kami berharap kekurangan bulan lalu bisa diganti agar tidak mengurangi hak nelayan Paloh,” ungkap salah seorang peserta rakor.
Diketahui, jatah BBM yang diterima nelayan selama ini berkisar sekitar 11 liter per kapal untuk setiap penyaluran. Jumlah tersebut dinilai sangat terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan operasional melaut yang terus meningkat akibat tingginya biaya bahan bakar.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penggantian kuota distribusi yang gagal tersalurkan. Jika memang terdapat kendala teknis dalam proses pengangkutan, nelayan berharap ada kebijakan yang menjamin kuota tersebut tidak hilang dan tetap dapat disalurkan pada periode berikutnya.
Rakor tersebut menjadi momentum bagi nelayan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah kecamatan dan pihak terkait. Mereka berharap distribusi BBM subsidi ke depan lebih tepat sasaran, tepat waktu, dan tidak lagi mengalami hambatan yang berujung pada berkurangnya hak masyarakat nelayan.
Dengan musim melaut yang masih berlangsung, nelayan Paloh berharap bulan Agustus menjadi jawaban atas kekurangan distribusi bulan sebelumnya. Empat tangki BBM yang menjadi kuota mereka diharapkan dapat tersalurkan seluruhnya demi menjaga keberlangsungan aktivitas perikanan dan perekonomian masyarakat pesisir.



















