SANGGAU – Kualitas pekerjaan preservasi jalan nasional pada ruas Ngabang–Sanggau menjadi sorotan tajam setelah titik kerusakan di Turunan Semboja, Kelurahan Bunut, kembali amblas. Padahal, proyek yang menelan pagu anggaran APBN kurang lebih Rp17 Miliar ini baru saja selesai diperbaiki pada April 2026.
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Sinar Cahaya Pelita melalui mekanisme e-katalog ini dinilai masyarakat tidak menyentuh akar persoalan teknis.
Kerusakan yang terus berulang di lokasi yang sama setiap tahunnya memicu kecurigaan bahwa penanganan hanya dilakukan secara permukaan demi penyerapan anggaran, tanpa menyelesaikan masalah substansi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegagalan Teknis: Bahu Jalan Lebih Tinggi dari Badan Jalan
Berdasarkan investigasi lapangan, amblasnya jalan ini diduga kuat akibat kesalahan metode konstruksi drainase permukaan. Poin-poin kegagalan teknis yang ditemukan antara lain:
Kesalahan Elevasi: Kondisi bahu jalan terpantau lebih tinggi daripada badan jalan. Hal ini mengakibatkan air hujan tidak mengalir ke saluran drainase samping, melainkan tertahan dan mengalir di antara bahu serta badan jalan.
Destruksi Lapisan Agregat: Air yang terjebak menciptakan jalur lintasan yang meresap ke struktur bawah aspal. Arus air ini menghanyutkan lapisan agregat (material halus), sehingga pondasi jalan kehilangan daya dukung dan menyebabkan permukaan jalan amblas kembali setiap kali hujan deras mengguyur.
Sorotan Terhadap Penggunaan Dana APBN
Dengan nilai kontrak mencapai 17 Miliar Rupiah, masyarakat menuntut hasil pekerjaan yang permanen dan fungsional. Jalur Ngabang–Sanggau merupakan urat nadi logistik utama yang menghubungkan akses ke Kabupaten Sekadau, Sintang, hingga Kapuas Hulu.
“Penanganan yang salah mengakibatkan pekerjaan terkesan asal jadi. Sangat disayangkan anggaran sebesar 17 Miliar tidak mampu menyelesaikan masalah sederhana seperti elevasi bahu jalan. Jika air tetap masuk ke badan jalan, perbaikan ini hanya akan menjadi ‘proyek abadi’ yang merugikan negara,” tegas salah seorang warga pengguna jalan.
Desakan Audit Teknis kepada BPJN Kalimantan Barat.
Masyarakat mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat untuk segera turun tangan melakukan audit teknis terhadap kinerja PT Sinar Cahaya Pelita. Tuntutan masyarakat meliputi:
Perbaikan Elevasi Segera: Menurunkan bahu jalan agar fungsi drainase berjalan normal sesuai standar Bina Marga.
Audit Akuntabilitas: Mengevaluasi apakah pelaksanaan di lapangan sudah sesuai dengan spesifikasi teknis mengingat besarnya anggaran yang dikucurkan.
Solusi Permanen: Memutus jalur aliran air yang menyeberang badan jalan dengan pemasangan sub-drain agar struktur agregat tetap stabil.
Saat ini, kondisi di Turunan Semboja kembali membahayakan keselamatan pengguna jalan Trans Kalimantan, terutama kendaraan bermuatan logistik yang melintas menuju wilayah hulu.



















