Media Kompas.Com, Aceh Utara — Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dinas lingkungan hidup ( DLHK), asal Sinabang, Kabupaten Simeulue, mengalami musibah berat setelah rumahnya di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, hilang dihantam banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa hari lalu. musibah ini bukan hanya mengakibatkan kerugian materi, tetapi juga membuatnya terpisah dari istri dan anak yang tinggal di kampung halaman.
Junaidi, yang baru saja sekitar 3 bulan bertugas di Sinabang, menceritakan bahwa banjir bandang datang secara tiba-tiba, menghanyutkan rumah dan seluruh harta benda yang tersisa. “Saya tidak sempat menyelamatkan apa pun dikarenakan saya masih di Simeulue saat saya mendengar kabar banjir langsung saya balek ke kampung dari simeulue ke Aceh Utara langkahan, rumah hanyut total, tidak ada yang bisa diselamatkan,” ungkapnya dengan nada penuh haru.
Ia menambahkan bahwa kondisi pasca banjir membuatnya semakin sulit bertahan di perantauan tanpa keluarga. dengan situasi tempat tinggal yang sudah tidak ada lagi, ia menyampaikan harapan besar kepada pemerintah terkait agar dapat memberikan dukungan, terutama dalam bentuk kebijakan mutasi kembali ke daerah asalnya di Sinabang.
“Satu-satunya yang saya harapkan sekarang adalah bisa dipindahkan kembali ke kampung halaman, supaya saya bisa berkumpul lagi dengan istri saya rohama dan 3 anak saya yang masih kecil – kecil, Kondisi saya di sini sudah sangat berat setelah rumah hilang diterjang banjir,” ujarnya.
Hingga kini, proses pendataan kerusakan dan korban terdampak masih dilakukan oleh pemerintah kabupaten. banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara telah mengakibatkan ratusan rumah rusak, akses transportasi terputus, serta banyak warga kehilangan tempat tinggal.
Pihak pemerintah daerah disebutkan masih memprioritaskan evakuasi, penyaluran bantuan darurat, serta pemulihan fasilitas umum. Namun, harapan para ASN dan warga yang kehilangan tempat tinggal — termasuk permintaan mutasi bagi mereka yang terdampak parah — kini menjadi salah satu perhatian yang diharapkan dapat dipertimbangkan oleh instansi terkait.
Masyarakat sekitar dan rekan-rekan sesama ASN turut memberikan dukungan moral kepada korban agar tetap tegar menghadapi musibah ini, sembari menunggu tindak lanjut dari pemerintah mengenai permohonannya untuk bisa kembali bertugas di daerah asal.



















