MediaKompas.Com, LANGKAHAN, ACEH UTARA – Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, berubah menjadi puing-puing setelah banjir bandang dahsyat melanda kawasan tersebut. Bencana yang terjadi pada Rabu (26/11/2025), menghanyutkan ratusan rumah warga, merusak fasilitas umum, serta menimbulkan korban jiwa.
Satu warga dilaporkan meninggal dunia, sementara lima orang lainnya masih hilang dan belum ditemukan hingga sekarang.masyarakat terus melakukan pencarian tanpa ada bantuan dari tim SAR dari pertama banjir di antara tumpukan kayu besar, reruntuhan bangunan, dan lumpur setinggi hampir satu meter.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan yang sangat parah. Banyak rumah rata dengan tanah, sebagian lainnya rusak berat dengan jendela dan pintu hancur. Batang pohon berukuran besar menimpa bangunan, termasuk menembus lorong-lorong rumah warga. endapan lumpur menempel pada dinding rumah, menunjukkan betapa kuatnya arus air saat menghantam pemukiman.
Warga yang selamat tampak masih shock. Sebagian dari mereka kembali ke lokasi rumah untuk mencari barang-barang yang mungkin masih bisa diselamatkan. Sementara itu, sebagian lainnya mengungsi di rumah kerabat dan fasilitas umum yang aman.
Ilyas mengungkapkan kepada media senin (1/12/2025), bahwa banjir bandang datang tiba-tiba setelah bendungan jebol. “Dalam hitungan menit air langsung menghantam rumah-rumah. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang, bahkan ada yang terseret arus,” ungkapnya.
Sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah daerah, untuk sementara bantuan kami terima dari tetangga kecamatan yang tidak terdampak banjir, kami berharap kepada pemerintah agar segera membawa bantuan buat desa geudumbak agar kami bisa untuk makan di tempat pengungsian ini, ujar Ilyas.
Bencana ini menjadi salah satu kejadian terparah yang menimpa wilayah langkahan dalam beberapa tahun terakhir, dengan kerugian material dan dampak sosial yang sangat besar bagi masyarakat langkahan.



















