‎Akun “Pak Tam” Klaim Keringat Petani Tanah Luas Bantuan Bupati dan Tuding Media Sebar Hoaks Berujung Klarifikasi

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Kompasakses.Com, ‎Aceh Utara – Upaya gotong royong warga Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, dalam menormalisasi saluran irigasi yang mangkrak selama enam tahun kini berujung ketegangan.

‎Forum Geuchik (Kepala Desa) setempat mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap pemilik akun TikTok “Pak Tam” (Fakhrurradi) terkait dugaan penyebaran informasi bohong dan pencemaran nama baik.

‎Polemik ini dipicu oleh sebuah video unggahan “Pak Tam” yang mengklaim bahwa pengerjaan fisik di lapangan dibiayai oleh pemerintah, serta menuding media massa yang meliput swadaya masyarakat telah menyebarkan berita bohong (hoax).

‎Kontroversi Klaim Sumber Dana Irigasi

‎Dalam video yang viral di platform TikTok tersebut, Fakhrurradi menyebutkan bahwa empat unit alat berat excavator yang beroperasi selama sekitar 20 hari di lokasi irigasi merupakan bantuan langsung dari Bupati Aceh Utara. Ia membantah narasi yang berkembang bahwa pengadaan alat tersebut berasal dari hasil patungan atau swadaya masyarakat antargampong.

‎Klaim tersebut langsung memantik reaksi keras dari aparatur desa. Berdasarkan penelusuran dokumen dan keterangan tokoh masyarakat setempat, pengerjaan awal normalisasi murni menggunakan dana swadaya yang dikumpulkan oleh para geuchik dan warga demi mempercepat musim tanam.

‎Sementara itu, bantuan resmi dari pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara berupa satu unit excavator dilaporkan baru tiba di lokasi pada Kamis sore, 14 Mei 2026 jauh setelah alat berat swadaya masyarakat bekerja.

‎Tuding Media Sebar Hoaks

‎Dalam unggahan video yang sama, akun “Pak Tam” juga menyerang kredibilitas sejumlah media massa, baik lokal maupun nasional. Ia menuduh para jurnalis sengaja memajang foto lama yang telah diedit untuk membingkai narasi gotong royong masyarakat seolah-olah nyata.

‎Tudingan sepihak ini dinilai mengaburkan fakta di lapangan dan berpotensi merusak tingkat kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik yang dilindungi oleh Undang-Undang Pers.

‎Forum Geuchik Layangkan Somasi

‎Ketua Forum Geuchik Tanah Luas, Al-Halim Ali, menyatakan bahwa pernyataan dalam video tersebut telah menimbulkan kegaduhan, memecah belah warga, serta mendegradasi marwah para aparatur desa dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika).

‎“Apa yang disampaikan dalam video itu telah menimbulkan keresahan dan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap forum geuchik maupun unsur muspika. Jika tidak ada klarifikasi terbuka, kami akan menempuh jalur hukum dan melaporkan persoalan ini kepada pihak terkait,” tegas Al-Halim saat dikonfirmasi, Jumat (15/05/2026).

‎Petani Kecewa Gerakan Swadaya Dipolitisasi

‎Sejumlah warga dan petani di Tanah Luas menyayangkan munculnya polemik digital ini. Bagi mereka, mengumpulkan uang di tengah keterbatasan ekonomi demi menyewa alat berat adalah perjuangan berat agar sawah mereka kembali teraliri air setelah enam tahun kering.

‎Di atas kertas, polemik ini adalah soal klaim anggaran dan tudingan hoaks. Namun di lapangan, ini adalah soal harga diri para petani yang menolak keringat swadayanya diakui sebagai kebaikan birokrasi.

Baca Juga:  Diduga Lakukan Kecurangan Absensi, ASN Puskesmas Gunakan Foto Selfie Untuk “Siapacut”

Berita Terkait

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN
Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:13

Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:52

Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:49

Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:48

Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:47

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x