Diduga Buka Aplikasi Online Berkedok Kos di Desa Terusan, Aparat Tak Bergerak ‎

- Penulis

Minggu, 22 Juni 2025 - 13:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

‎Indramayu//Mediakompas.com,-Maraknya prostitusi online bukan hanya terjadi di hotel ataupun penginapan. Namun, sudah menyasar sampai ke Kos Kosan. Seperti hasil dari penelusuran wartawan, Diduga Kos kosan Tower Jembatan, Babar layar, Desa Terusan, Kecamatan Sindang disinyalir menjadi salah satu praktik prostitusi Mechat.

‎Biasanya, para pria hidung belang melakukan transaksi via MiChat untuk mengorder atau kesepakan harga dengan seorang wanita tuna susila (WTS).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Mungkin karena di penginapan atau hotel sering razia. Jadi, mereka pilih tempat aman, makannya milih kos,” papar warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kos kosan.

‎Warga yang minta identitasnya dirahasiakan tersebut membeberkan, disana (Kos kosan), untuk praktek prostitusi open BO bisa dilakukan melalui aplikasi hijau atau disebut dengan Michat.

‎“Ada beberapa wanita disana yang membuka pemuas nafsu Perjam, harganya bervariasi, mulai Rp 350 ribu sampai Rp 500 ribu,” sebut warga yang mengaku pihaknya sudah resah.

Baca Juga:  Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal

‎Diwaktu yang sama tim investigasi menemui pemilik kos, namun pemilik kos enggan menjelaskan dan meninggalkan tim investigasi.

‎Tim juga mencoba untuk menghubungi RT setempat (R) melalui telfon Watshap, dan melakukan konfirmasi. “Saya selaku RT disini tidak merasa terganggu dengan adanya kosan esek-esek. Selagi mereka tidak bikin resah lingkungan ya biarkan saja, dan saya juga mengetahui kegiatan penghuni kosan,” terangnya RT setempat

‎“Banyak lelaki entah dari mana aja datang kesana, kalau sudah jam 23.30 WIB,” ketus warga tersebut, Senin (22/6/2025).

‎Karena sudah membuat resah lingkungan dan masih terus terjadi, warga berharap aparat penegak hukum (APH) seperti Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan dapat bertindak tegas.

‎“Mau dari pak Kapolres atau dari mana aja yang penting bisa menindak, biar enggak kebiasaan disana kaya gitu terus. Sudah sabar kali lah kami dibuat mereka,” harap warga.

 

Tim

Berita Terkait

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:13

Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:54

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:49

Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:48

Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:47

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:45

Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x