Indramayu//Mediakompas.com,-Maraknya prostitusi online bukan hanya terjadi di hotel ataupun penginapan. Namun, sudah menyasar sampai ke Kos Kosan. Seperti hasil dari penelusuran wartawan, Diduga Kos kosan Tower Jembatan, Babar layar, Desa Terusan, Kecamatan Sindang disinyalir menjadi salah satu praktik prostitusi Mechat.
Biasanya, para pria hidung belang melakukan transaksi via MiChat untuk mengorder atau kesepakan harga dengan seorang wanita tuna susila (WTS).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mungkin karena di penginapan atau hotel sering razia. Jadi, mereka pilih tempat aman, makannya milih kos,” papar warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kos kosan.
Warga yang minta identitasnya dirahasiakan tersebut membeberkan, disana (Kos kosan), untuk praktek prostitusi open BO bisa dilakukan melalui aplikasi hijau atau disebut dengan Michat.
“Ada beberapa wanita disana yang membuka pemuas nafsu Perjam, harganya bervariasi, mulai Rp 350 ribu sampai Rp 500 ribu,” sebut warga yang mengaku pihaknya sudah resah.
Diwaktu yang sama tim investigasi menemui pemilik kos, namun pemilik kos enggan menjelaskan dan meninggalkan tim investigasi.
Tim juga mencoba untuk menghubungi RT setempat (R) melalui telfon Watshap, dan melakukan konfirmasi. “Saya selaku RT disini tidak merasa terganggu dengan adanya kosan esek-esek. Selagi mereka tidak bikin resah lingkungan ya biarkan saja, dan saya juga mengetahui kegiatan penghuni kosan,” terangnya RT setempat
“Banyak lelaki entah dari mana aja datang kesana, kalau sudah jam 23.30 WIB,” ketus warga tersebut, Senin (22/6/2025).
Karena sudah membuat resah lingkungan dan masih terus terjadi, warga berharap aparat penegak hukum (APH) seperti Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan dapat bertindak tegas.
“Mau dari pak Kapolres atau dari mana aja yang penting bisa menindak, biar enggak kebiasaan disana kaya gitu terus. Sudah sabar kali lah kami dibuat mereka,” harap warga.
Tim



















