Jalan Rabat Beton di Nilam Jawai Viral: Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Warga Pertanyakan Kualitas dan Pengawasan

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Mediakompas.com, Sambas, Kalimantan Barat — Sebuah video yang beredar luas di media sosial kembali memantik perhatian publik terkait kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sambas. Kali ini, proyek jalan rabat beton di wilayah Nilam, Kecamatan Jawai, menjadi sorotan setelah dalam video tersebut tampak permukaan jalan mudah terkelupas hanya dengan digaruk tangan manusia. Kondisi itu memunculkan dugaan kuat bahwa pembangunan dilakukan secara tidak profesional dan tanpa standar teknis yang layak.

Dalam rekaman video yang viral tersebut, terlihat seorang warga menggosok bagian atas jalan rabat beton. Mirisnya, beton langsung runtuh menjadi butiran pasir, menunjukkan campuran material yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, dengan porsi pasir jauh lebih dominan dibanding semen. Kondisi ini menjadi bukti nyata bagaimana proyek bernilai anggaran publik diduga dikerjakan secara serampangan.

Warga setempat yang merekam video bahkan menyebut bahwa kualitas pekerjaan tersebut tidak layak disebut sebagai hasil konstruksi pemerintah. “Ini baru jadi, tapi digaruk pakai tangan saja sudah hancur. Kalau benar pakai campuran yang standar, tidak mungkin selemah ini,” ungkap salah satu warga dalam video tersebut. Ia menilai bahwa hasil pekerjaan tersebut mencerminkan minimnya profesionalitas kontraktor serta kurangnya pengawasan dari pihak terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi di wilayah Sambas. Sejumlah pembangunan infrastruktur dengan dana publik kerap menuai kritik karena kualitasnya tidak sesuai harapan. Dalam kasus jalan rabat beton di Nilam Jawai, publik kini mempertanyakan siapa kontraktor pelaksana, berapa nilai proyek, serta siapa yang bertanggung jawab melakukan pengawasan lapangan. Sayangnya, dalam video yang beredar tidak terlihat papan proyek yang seharusnya dipasang sesuai aturan sebagai bentuk transparansi pada masyarakat.

Baca Juga:  Wamen Ossy Kawal Penuntasan Pengadaan Tanah Exit Tol Padang-Sicincin

Keadaan ini memunculkan berbagai komentar kritis dari warganet yang menuntut pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam. Mereka mendesak agar inspeksi mendadak (sidak) dilakukan segera, dan apabila terbukti ada kecurangan dalam metode pekerjaan, maka pihak bertanggung jawab harus diberi sanksi tegas.

Pembangunan infrastruktur adalah salah satu sektor yang paling banyak menyedot anggaran daerah. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan perlu ditindaklanjuti dengan serius. Jalan yang seharusnya menjadi sarana penunjang aktivitas masyarakat justru berpotensi membahayakan karena kualitas yang rapuh. Jika benar campuran beton lebih banyak pasir dari semen, maka secara teknis kekuatan jalan jelas tidak dapat diandalkan dan akan cepat rusak, sehingga membuat anggaran kembali terbuang untuk perbaikan.

Masyarakat Nilam Jawai berharap pemerintah daerah tidak mengabaikan laporan warga yang telah disampaikan melalui video viral tersebut. Mereka menuntut pertanggungjawaban, transparansi, serta evaluasi menyeluruh terhadap semua proyek jalan yang dikerjakan di wilayah mereka.

Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait maupun kontraktor pelaksana. Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah Kabupaten Sambas dalam memastikan bahwa pembangunan di daerah tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Berita Terkait

Rakor Kementerian ATR/BPN Bersama KPK dan Pemerintah Daerah se-Sultra, Hasilkan Komitmen Pencegahan Korupsi dan Peningkatan Ekonomi Daerah
Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan Kantah Kab. Jepara
Pengumuman Operasional Pelayanan Kantah Kab. Jepara
Mau beli Tanah? Yukk Cek dan Teliti
Kantah Kab. Jepara Mengucapkan Selamat Hari Kenaikan Yesus Kristus
Kunker Ke Polres Aceh Tenggara, Kapolda Aceh Tekankan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat dan Kunjungi Pesantren Darul Iman
Hujan Lebat, Dayah Nurul Iman di Pirak Timu Terendam Banjir
Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:27

Rakor Kementerian ATR/BPN Bersama KPK dan Pemerintah Daerah se-Sultra, Hasilkan Komitmen Pencegahan Korupsi dan Peningkatan Ekonomi Daerah

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:24

Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:22

Pengumuman Operasional Pelayanan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:20

Mau beli Tanah? Yukk Cek dan Teliti

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:15

Kantah Kab. Jepara Mengucapkan Selamat Hari Kenaikan Yesus Kristus

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:14

Hujan Lebat, Dayah Nurul Iman di Pirak Timu Terendam Banjir

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:25

Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:13

Kunker ke Polres Gayo Lues, Kapolda Aceh Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Tandatangani Prasasti Pembangunan Polsek Dabun Gelang

Berita Terbaru

Uncategorized

Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:24

Uncategorized

Pengumuman Operasional Pelayanan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:22

Uncategorized

Mau beli Tanah? Yukk Cek dan Teliti

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:20

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x