MediaKompas.Com, Lhoksukon, Aceh Utara — Pasca banjir yang melanda wilayah Aceh Utara beberapa hari terakhir, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon Rabu (3/12/2025), turut merasakan dampak yang cukup serius. Fasilitas pemasyarakatan yang berada di Kecamatan Lhoksukon tersebut kini mengalami kekurangan pasokan air bersih dan obat-obatan untuk kebutuhan warga binaan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi lingkungan Lapas yang masih basah dan menyisakan endapan lumpur. aktivitas petugas tampak berfokus pada pembersihan area serta upaya menjaga keamanan sekaligus kesehatan para penghuni lapas.
Kalapas Kelas IIB Lhoksukon Rian Firmansyah, menyebutkan bahwa krisis air bersih menjadi kendala paling mendesak. pasokan air yang biasanya stabil kini terganggu akibat rusaknya jaringan distribusi setelah banjir. Kondisi ini membuat kebutuhan dasar warga binaan sulit terpenuhi, mulai dari mandi, mencuci hingga kebutuhan sanitasi lainnya.
Selain air bersih, stok obat-obatan di klinik Lapas juga semakin menipis. sejumlah warga binaan dilaporkan mulai mengalami keluhan kesehatan seperti gatal-gatal, demam, serta gangguan pernapasan ringan akibat kondisi lingkungan yang lembap dan kurang higienis. petugas medis lapas kini berupaya memberikan penanganan sebatas ketersediaan obat yang masih ada.
“Kami sangat membutuhkan bantuan segera, terutama air bersih dan obat-obatan. Kondisi ini cukup memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius bila tidak segera ditangani,” ujar kalapas.
Hingga saat ini, pihak Lapas berharap adanya dukungan cepat dari pemerintah daerah, instansi terkait, serta lembaga kemanusiaan untuk membantu pemulihan kondisi di dalam lapas. distribusi bantuan dinilai sangat penting mengingat akses warga binaan terbatas dan sepenuhnya bergantung pada fasilitas internal yang kini tengah terganggu.
Banjir besar yang melanda Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir telah berdampak pada ribuan warga, termasuk fasilitas-fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, hingga lembaga pemasyarakatan. pemulihan kondisi diperkirakan membutuhkan waktu, terutama pada sektor-sektor yang melibatkan kebutuhan dasar masyarakat.
Pihak Lapas Lhoksukon berharap bantuan dapat segera disalurkan demi menjamin keselamatan dan kesehatan seluruh warga binaan serta petugas yang bertugas di lapangan.



















