Mediakompas.com, Sambas, Kalimantan Barat — Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu kemarahan dan kekecewaan publik terhadap pelayanan di RSUD Sambas. Dalam video tersebut, terlihat seorang pasien yang datang lebih awal justru diminta menunggu dengan alasan “bed penuh”, sementara pasien lain yang datang belakangan langsung mendapatkan pelayanan serta disediakan tempat tidur.
Pengunggah video tersebut menyampaikan bahwa pasien pertama dibiarkan menunggu cukup lama tanpa penjelasan yang memadai. Ketika pasien kedua datang, yang disebutkan datang bersama sekitar tiga hingga empat orang berpakaian coklat, petugas rumah sakit langsung merespons dan menyiapkan bed untuk pasien tersebut. Momen inilah yang memicu dugaan adanya perlakuan berbeda dalam pelayanan kesehatan.
“Tidak ada keadilan di RSUD Sambas. Yang datang duluan harusnya didahulukan, jangan pilih-pilih,” ujar perekam video dalam narasi unggahannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi ini memicu sorotan tajam dari masyarakat, yang menilai bahwa rumah sakit, sebagai fasilitas pelayanan publik, wajib menerapkan prinsip first come, first served kecuali dalam kondisi darurat berdasarkan triase medis. Namun, dalam video tersebut tidak terlihat adanya penjelasan terkait kategori kegawatan pasien yang dapat menjadi dasar perbedaan penanganan.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari manajemen RSUD Sambas terkait alasan perbedaan perlakuan tersebut. Kejadian ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan yang dinilai masih kurang transparan dan tidak konsisten.
Para warga meminta pihak RSUD Sambas untuk memberikan klarifikasi terbuka, menjelaskan kronologi, serta memperbaiki sistem pelayanan sehingga tidak menimbulkan kesan pilih kasih. Masyarakat juga berharap adanya evaluasi menyeluruh, baik terhadap petugas maupun mekanisme penanganan pasien, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kasus ini menjadi bukti bahwa pengawasan publik terhadap layanan kesehatan semakin ketat. Di era digital, setiap tindakan bisa menjadi sorotan. Transparansi, keadilan, dan profesionalitas adalah hal mutlak yang harus dijaga oleh setiap fasilitas kesehatan, terlebih yang menggunakan anggaran daerah dan melayani masyarakat luas.
Publik kini menunggu langkah tegas dari pihak rumah sakit dan pemerintah daerah, apakah akan dilakukan investigasi internal atau pembinaan terhadap petugas yang bertugas saat kejadian tersebut. Masyarakat Sambas berharap pelayanan kesehatan di daerah mereka dapat lebih baik, cepat, dan adil untuk semua.



















