Proyek Peningkatan Kualitas Pemukiman di Sambas Diduga Asal Jadi: Aspal Mengelupas, Struktur Longgar, dan Pengawasan Dipertanyakan

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 02:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Mediakompas.com, Sambas – Proyek Peningkatan Kualitas Pemukiman Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas yang didanai APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2025 kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan penelusuran media di lapangan, pekerjaan peningkatan prasarana dan sarana pemukiman tersebut menimbulkan banyak tanda tanya terkait kualitas, pelaksanaan, dan pengawasan proyek.

Proyek dengan nilai kontrak Rp 179.474.000, yang dikerjakan oleh CV. VIVI, tertera dalam papan proyek sebagai kegiatan penyelenggaraan PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas). Namun kondisi di lapangan menunjukkan kualitas pengerjaan yang justru jauh dari standar pekerjaan konstruksi layak.

Aspal Diduga Hanya Ditabur Tipis: Tidak Menyatu dengan Pondasi, Berpotensi Cepat Rusak

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan media yang diperoleh memperlihatkan lapisan aspal yang tidak menempel kuat pada struktur batuan di bawahnya. Pada beberapa bagian, aspal tampak “menggantung” dan mudah terkelupas hanya dengan tekanan ringan. Batu-batu pondasi yang terlihat longgar mengesankan bahwa pemadatan dilakukan tidak maksimal bahkan cenderung diabaikan.

Material yang digunakan di bagian dasar tampak hanya berupa batu kerikil yang disiram aspal tipis di permukaan, tanpa terlihat adanya proses pengikatan yang kuat. Jika kondisi ini benar terjadi di seluruh ruas pekerjaan, maka umur konstruksi diperkirakan tidak akan bertahan lama, bahkan berpotensi rusak dalam hitungan bulan sejak selesai dikerjakan.

Pengawasan Diduga Lemah, Terlihat dari Kualitas Hasil Akhir

Proyek pemerintah seharusnya mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam setiap tahap pekerjaan. Namun temuan visual menunjukkan indikasi pelaksanaan yang asal-asalan, seperti:

  • Aspal tidak rata dan tampak lembek.
  • Struktur batuan tidak saling mengunci dan dibiarkan menganga.
  • Tidak terlihat adanya pelapisan berlapis (multilayer) sesuai standar pekerjaan jalan.
  • Bagian pinggir jalan tidak diperkuat, sehingga rawan tergerus air dan runtuh.
Baca Juga:  Sinkronisasi Data, Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Sepakati Pengintegrasian NIB dan NOP

Kondisi seperti ini bisa terjadi apabila pengawas lapangan dari pihak dinas terkait tidak melakukan inspeksi sesuai prosedur atau membiarkan kontraktor bekerja tanpa kontrol ketat.

Keberadaan Papan Proyek Tidak Menjamin Transparansi

Meskipun papan proyek dipasang lengkap dengan informasi nilai kontrak, pelaksana, dan waktu pengerjaan, transparansi tidak hanya diukur dari keberadaan papan proyek, melainkan dari kualitas pekerjaan serta keterbukaan dalam penggunaan anggaran.

Dengan nilai hampir Rp 180 juta, masyarakat berhak mempertanyakan apakah pekerjaan ini sudah sesuai nilai anggaran, atau justru jauh dari standar yang semestinya.

Warga Diduga Mulai Resah: Takut Proyek Hanya Bertahan Sebentar

Beberapa warga setempat disebut mulai mempertanyakan mutu pekerjaan karena khawatir jalan atau fasilitas yang dibangun nantinya cepat rusak. Proyek yang seharusnya menjadi harapan untuk meningkatkan kualitas pemukiman justru berpotensi menjadi beban jika hasilnya tidak bertahan lama.

Masyarakat berharap pemerintah provinsi, khususnya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Barat, segera melakukan inspeksi ulang (audit lapangan) serta memastikan kontraktor bertanggung jawab terhadap mutu pekerjaan.

Seruan Publik: Audit, Evaluasi, dan Tindak Tegas Jika Ada Penyimpangan

Kasus serupa sering terjadi di berbagai daerah, namun jarang ditindaklanjuti secara serius. Proyek dengan anggaran negara harus menjunjung tinggi kualitas dan akuntabilitas. Bila ditemukan pelanggaran prosedur, penyimpangan teknis, atau indikasi korupsi, pemerintah wajib:

  • Melakukan audit mutu fisik proyek.
  • Menegur atau memberikan sanksi kepada kontraktor.
  • Menghentikan pembayaran jika pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.
  • Mengulang atau memperbaiki pekerjaan tanpa menambah biaya dari APBD.

Masyarakat Sambas menanti sikap tegas dinas terkait, agar anggaran publik tidak terbuang percuma dan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

 

Berita Terkait

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah
Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat
Soft Launching Reaktivasi PLB Temajuk, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:54

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:52

Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:48

Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:47

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:45

Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:37

Soft Launching Reaktivasi PLB Temajuk, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:39

Tambang Pasir dan Tanah Urug di Sambas: Transparansi Izin Jangan Hanya Jadi Formalitas

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x