Media Kompas.Com, Aceh Utara — Ratusan pelajar di Desa Tanjong Dama, Kecamata Lapang kabupaten aceh utara, Rabu (10/12/2025) kini terpaksa menghadapi kesulitan untuk kembali bersekolah setelah banjir besar yang melanda wilayah tersebut menghanyutkan perlengkapan belajar mereka. mulai dari seragam, buku pelajaran, tas sekolah, hingga alat tulis tak lagi tersisa akibat derasnya arus yang menerjang pemukiman.
Geuchik Gampong Tanjong Dama Rasyidin, banjir tiba-tiba menghantam desa setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu sejak beberapa hari terakhir. Air yang naik dengan cepat tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga menggulung seluruh perlengkapan sekolah yang disimpan di rumah-rumah warga.
“Anak-anak kami dari SD, SMP, SMA, benar-benar kehilangan semuanya. Buku, tas, sepatu, seragam—semua terbawa arus. mereka sangat membutuhkan bantuan agar bisa kembali belajar seperti biasa,” ujar Rasyidin.
Para guru di desa tersebut menyebutkan bahwa meskipun kegiatan belajar mengajar dijadwalkan akan kembali dimulai setelah banjir surut, banyak pelajar terancam tidak dapat mengikuti proses belajar karena tidak memiliki perlengkapan dasar.
“Kami berharap pemerintah, pihak sekolah, dan para donatur dapat turun tangan. Situasi ini cukup darurat karena menyangkut masa depan pendidikan anak-anak,” kata seorang guru setempat.
Hingga kini, bantuan untuk kebutuhan pendidikan masih sangat minim. warga berharap perhatian segera diberikan, terutama berupa pengadaan seragam sekolah, buku pelajaran, sepatu, dan perlengkapan belajar lain untuk memastikan para pelajar dapat segera kembali ke sekolah tanpa hambatan.
Banjir yang melanda Desa Tanjong Dama merupakan bagian dari rangkaian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan ribuan warga terdampak dan kerusakan di berbagai sektor, termasuk pendidikan.



















