Ratusan Rumah Roboh di Kuala Cangkoi Lapang Akibat Banjir Bandang, Warga Minta Penanganan Cepat

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 04:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Media Kompas.Com, Kuala Cangkoi, Lapang — Aceh Utara, Ratusan rumah warga di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, roboh dan rusak parah setelah banjir bandang menghantam kawasan tersebut pada Rabu malam (26/12/2025). Air bah yang datang secara tiba-tiba tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menyeret fondasi rumah hingga ambruk ke sungai dan persawahan.

Pantauan di lokasi pada rabu (10/12/2025), memperlihatkan sejumlah rumah warga rata dengan tanah, sementara lainnya miring dan retak berat. Puing-puing bangunan berserakan, dan sebagian masih terendam lumpur berwarna kuning pekat. Warga tampak masih berusaha menyelamatkan barang-barang yang tersisa, meski sebagian besar tidak dapat digunakan lagi.

Salah satu warga ibuk Armiati, yang rumahnya roboh terseret arus, mengatakan bahwa banjir kali ini merupakan yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

“Air datang begitu cepat, kami tidak sempat menyelamatkan apa-apa. Rumah kami roboh total, hanya tersisa pakaian di badan,” ujarnya Armiati nada sedih.

Warga lainnya mengungkapkan bahwa bantuan darurat sangat dibutuhkan, terutama tenda, pakaian, air bersih, dan makanan siap saji.

“Kami sekarang tinggal di tempat pengungsian seadanya. Harapan kami pemerintah cepat turun membantu, karena banyak anak-anak dan lansia yang tidak punya tempat tidur,” ungkap seorang ibu yang sedang mengawasi puing rumahnya.

Selain rumah warga, sejumlah akses jalan desa juga ikut putus akibat tergerus air banjir. jembatan kecil yang menjadi penghubung antar dusun turut rusak, menyulitkan masyarakat dan tim relawan mencapai lokasi terdampak.

Listrik di beberapa titik masih padam karena banyak jaringan yang rusak dan terendam air. warga berharap perbaikan dapat segera dilakukan untuk memulihkan aktivitas sehari-hari.

Menghadapi bencana yang semakin sering terjadi, warga Kuala Cangkoi berharap pemerintah daerah mempertimbangkan langkah jangka panjang, termasuk perbaikan tanggul dan normalisasi aliran sungai.

“Banjir ini sudah berulang kali, tapi kali ini paling menghancurkan. Kalau tidak ada penanganan serius, kami takut kejadian seperti ini terulang,” kata seorang tokoh desa.

Sebagian warga bahkan mengusulkan relokasi ke daerah yang lebih aman, mengingat posisi permukiman yang berada dekat aliran sungai yang kerap meluap.

Hingga berita ini diturunkan, pendataan kerusakan dan jumlah warga terdampak masih berlangsung. Aparat desa dan relawan telah berada di lokasi, namun masyarakat berharap bantuan logistik dan dukungan pemerintah pusat maupun daerah segera tiba.

Bencana ini menjadi pengingat perlunya mitigasi yang lebih kuat untuk mengurangi risiko kerusakan dan korban pada masa mendatang.

Baca Juga:  Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan Kantah Kab. Jepara

Berita Terkait

PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia
Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove
Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh
Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN
Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:19

PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:50

Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:57

Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:54

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:52

Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x