Indramayu//Kompasakses.com,-Kondisi infrastruktur jalan kabupaten di Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini menjadi sorotan tajam. Kerusakan parah yang terjadi di Blok Jati Gede, khususnya di wilayah RT 05 RW 02, memicu gelombang keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan sepanjang hampir satu kilometer tersebut tampak memprihatinkan. Badan jalan dipenuhi lubang yang dalam, permukaan yang licin dan berlumpur, serta genangan air di sejumlah titik. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan para pengendara yang melintas setiap harinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu warga setempat, Andi, mengungkapkan kekecewaannya atas lambannya penanganan dari pemerintah daerah. Menurutnya, kerusakan jalan di lokasi tersebut sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan.
Kerusakan ini sudah berlangsung lama, bahkan bisa dibilang sudah bobrok. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pihak terkait,” ujar Andi saat ditemui pada Selasa(31/3/2026).
Andi menambahkan bahwa jalur tersebut merupakan akses utama warga dan rute rutin bagi anak-anak sekolah. Keberadaan lubang-lubang dalam yang tertutup genangan air sering kali tidak terlihat oleh pengendara, sehingga sangat berisiko memicu kecelakaan fatal.
Sebagai bentuk protes sekaligus peringatan bagi pengguna jalan, warga setempat mengambil langkah unik dengan menanam pohon pisang di tengah lubang jalan. Aksi ini dilakukan agar pengendara lebih waspada saat melintasi jalur yang rusak tersebut.
“Kami terpaksa menanam pohon supaya orang tahu ada lubang. Ini juga merupakan bentuk kekecewaan kami kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu karena selama ini belum ada perbaikan,” tambahnya.
Warga mendesak adanya perhatian serius dari pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat, agar segera melakukan perbaikan permanen. Mereka berharap Bupati Indramayu segera menginstruksikan dinas terkait untuk turun tangan.
Namun, upaya konfirmasi kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu belum membuahkan hasil. Plt Kepala Dinas PUPR, Maulana, tidak memberikan keterangan apa pun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Hal serupa juga dilakukan oleh Kabid Jalan Dinas PUPR, Wimbanu, yang tetap bungkam dan tidak memberikan respons terkait persoalan ini.
(Jono Suhendra.)



















