Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan di Teluk Keramat Diduga Asal Jadi, Beton Retak Meski Baru Dibangun

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 02:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Mediakompas.com, Sambas – Sebuah proyek peningkatan jalan lingkungan Dusun Mengkudu Desa Mulia di Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, kembali menjadi sorotan setelah ditemukan kondisi beton yang sudah mengalami keretakan meski proyek tersebut baru saja selesai dikerjakan. Foto yang beredar menunjukkan retakan memanjang pada permukaan beton, mengindikasikan dugaan kuat bahwa kualitas pekerjaan tidak sesuai standar konstruksi yang seharusnya.

Retakan pada beton baru merupakan indikasi serius—baik akibat mutu campuran yang buruk, kurangnya pondasi yang memadai, hingga proses pengerjaan yang diduga dilakukan secara terburu-buru tanpa pengawasan teknis yang ketat. Beton yang seharusnya kuat dan mampu bertahan bertahun-tahun justru sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan dini.

Pantauan media di lokasi, terlihat plang proyek milik Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sambas. Proyek tersebut mencakup beberapa pekerjaan peningkatan jalan lingkungan di Desa Mulia Kec. Teluk Keramat dan Pangkalang Betung, dengan total anggaran mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Peningkatan Jalan Lingkungan Gg. H. Alkap RT 04 RW 02 – Rp 24.961.000
  2. Peningkatan Jalan Lingkungan RT 04 & RT 02 Pangkalang Betung – Rp 86.141.000
  3. Peningkatan Jalan Lingkungan RT 03 RW 02 Desa Mulia – Rp 85.965.000

Proyek dilaksanakan oleh CV. Amirul Insani dengan waktu pelaksanaan 40 hari kalender.

Namun, besarnya anggaran tersebut tidak sebanding dengan kualitas yang tampak di lapangan. Retakan yang muncul menimbulkan pertanyaan publik:
Ke mana kualitas pengerjaan yang dijanjikan? Bagaimana proses pengawasan dilakukan?

Diduga Minim Pengawasan dan Pekerjaan Tidak Sesuai RAB

Retakan pada konstruksi beton bukanlah hal sepele. Para praktisi teknik menyebutkan bahwa retakan dini dapat terjadi akibat:

  • Campuran beton tidak seimbang (lebih banyak pasir, kurang semen)
  • Pemadatan yang tidak dilakukan secara benar
  • Tidak adanya perawatan beton (curing) yang memadai
  • Beton dituangkan di atas tanah yang tidak dipadatkan dengan benar
  • Pengerjaan dilakukan asal jadi karena mengejar target waktu
Baca Juga:  Wamen Ossy Tekankan Kekompakan dan Soliditas Internal untuk Menjawab Tingginya Harapan Masyarakat terhadap Pelayanan Pertanahan

Jika salah satu faktor tersebut terjadi, maka kualitas jalan otomatis merosot dan usia pakai menjadi sangat pendek.

Melihat kondisi lapangan oleh media, besar dugaan bahwa pekerjaan dilakukan tanpa perhitungan teknis yang matang. Jalan yang seharusnya menjadi fasilitas umum untuk jangka panjang, kini justru terancam rusak dalam waktu cepat, memicu kekhawatiran warga.

Masyarakat Pertanyakan Akuntabilitas dan Pengawasan

Beberapa warga yang mengetahui kondisi tersebut menyampaikan kekecewaan karena proyek yang dibiayai dari uang rakyat seharusnya memberikan manfaat jangka panjang, bukan menimbulkan masalah baru.

“Ini proyek baru selesai tapi sudah retak. Kalau begini, apa gunanya anggaran besar tapi pekerjaan seperti tidak diawasi?” keluh seorang warga.

Desakan agar pemerintah daerah—khususnya dinas terkait—melakukan evaluasi ulang dan pemeriksaan mutu pekerjaan semakin menguat.
Jika terjadi dugaan pelanggaran atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek, masyarakat mendesak agar dilakukan audit, bahkan tindakan tegas terhadap kontraktor maupun pihak pengawas.

Kualitas Infrastruktur Harus Menjadi Prioritas

Jalan lingkungan merupakan akses vital bagi masyarakat desa. Proyek seperti ini seharusnya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga, bukan memicu kekhawatiran akibat kualitas yang buruk.

Kasus retaknya beton pada proyek yang baru selesai ini menjadi catatan penting bahwa:

  • Pengawasan lapangan harus diperketat
  • Proses pengerjaan tidak boleh hanya mengejar waktu
  • Kontraktor pelaksana harus bertanggung jawab penuh terhadap kualitas
  • Pemerintah wajib memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar bermanfaat untuk masyarakat

Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka pembangunan hanya menjadi formalitas, sementara masyarakat menanggung kerugian dalam jangka panjang.

 

Berita Terkait

Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh
Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN
Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:06

Polsek Minas Pantau Perkembangan Jagung Pipil di Minas Timur, Tanaman Tumbuh Baik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:42

Program Ketahanan Pangan Jagung Pipil di Minas Timur Terus Dipantau, Tanaman Usia 35 Hari Tumbuh Baik

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:17

Polsek Minas Panen Jagung Pipil Kuartal II, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:12

Polsek Minas Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Lahan Jagung ½ Hektare Disiapkan untuk Kuartal Kedua

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:30

Polsek Minas Dampingi Persiapan Lahan Jagung Pipil Seluas 1/2 Hektare di Minas Barat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:24

Usia 47 Hari, Tanaman Jagung Pipil di Rantau Bertuah Tumbuh hingga 1,85 Meter

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:16

Polsek Minas Pantau Budidaya Jagung Pipil di Rantau Bertuah Terus Menunjukkan Perkembangan Positif

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:12

Polsek Minas Pantau Budidaya Jagung Pipil di Rantau Bertuah Terus Menunjukkan Perkembangan Positif

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x