SAMBAS — Pemerintah kembali mengaktifkan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang terhubung dengan Pos Kawalan Sempadan (PKS) Teluk Melano, Sarawak, Malaysia, Jumat (21/8/2026).
Reaktivasi PLB Temajuk–Teluk Melano menjadi momentum penting bagi penguatan konektivitas kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia. Dibukanya kembali akses lintas batas ini juga diharapkan mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.
Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Ir. H. Fery Madagaskar, M.Si., serta Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Hj. Yunisa, S.Pd., M.A.P.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., unsur Forkopimda Kabupaten Sambas, instansi vertikal, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas, serta perwakilan Pemerintah Malaysia, Pengarah Kastam Sarawak, Kuching, Datok H. Norizan Bin Haji Yahya.
Dalam sambutannya, Bupati Satono menegaskan bahwa kawasan perbatasan memiliki posisi strategis karena menjadi wajah sekaligus beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Perbatasan beranda terdepan Indonesia. Kalau kita ingin melihat maju tidak sebuah negara, kita lihat perbatasannya,” tegas Satono.
Menurut Satono, perhatian dan pembangunan di wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menyangkut konektivitas, aktivitas ekonomi, pelayanan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga yang tinggal di kawasan terdepan Indonesia.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Kementerian Pekerjaan Umum, atas pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan perbatasan Temajuk.
Pembangunan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat akses menuju kawasan perbatasan sekaligus mendukung kembali aktivitas lintas batas Temajuk–Teluk Melano.
Satono juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri selaku pengelola nasional perbatasan yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris BNPP RI.
“Terima kasih kepada pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga aktivitas di kawasan perbatasan ini dapat kembali berjalan,” ujarnya.
Dengan kembali beroperasinya PLB Temajuk, pemerintah berharap mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan dapat semakin mudah dan terarah. Selain itu, akses lintas batas tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap perdagangan, pariwisata, serta aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Paloh dan wilayah sekitarnya.
Reaktivasi PLB Temajuk–Teluk Melano juga menjadi simbol semakin eratnya hubungan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam membangun kawasan perbatasan sebagai halaman depan negara, bukan sekadar wilayah paling luar.
Pemerintah Kabupaten Sambas berharap momentum tersebut dapat diikuti dengan peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, fasilitas pendukung, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat agar manfaat dibukanya kembali PLB benar-benar dirasakan masyarakat perbatasan.



















