Kompasakses.Com, Aceh Utara – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Aceh Utara meminta Bank Aceh Syariah agar memberikan kebijakan relaksasi kredit pascabanjir yang melanda sejumlah kecamatan dalam beberapa waktu terakhir. Banjir tersebut berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi ASN, terutama yang memiliki kewajiban angsuran pinjaman di perbankan.
Salah seorang ASN Aceh Utara yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan bahwa banjir menyebabkan kerusakan rumah, perabotan, serta kendaraan, sehingga membutuhkan biaya besar untuk pemulihan. Kondisi ini dinilai memberatkan apabila tetap diwajibkan membayar cicilan kredit tanpa adanya keringanan.
“Kami berharap Bank Aceh bisa memberikan relaksasi, seperti penundaan pembayaran cicilan atau pengurangan denda. Pasca banjir, banyak ASN yang harus mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki rumah dan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar seorang ASN kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, kebijakan relaksasi kredit sangat dibutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap nasabah yang terdampak bencana alam. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan semangat pemulihan ekonomi pascabanjir di Aceh Utara.
ASN lainnya juga mengungkapkan harapan serupa. Ia mengatakan bahwa sebagian wilayah yang terdampak banjir masih dalam tahap pemulihan, sementara kebutuhan hidup terus berjalan. “Relaksasi dari Bank Aceh akan sangat membantu meringankan beban ekonomi ASN dan masyarakat pada umumnya,” katanya.
Para ASN berharap Bank Aceh Syariah dapat segera merespons aspirasi tersebut dengan mengeluarkan kebijakan khusus bagi nasabah terdampak banjir, sebagaimana yang kerap dilakukan perbankan dalam situasi bencana alam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Aceh Syariah belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan relaksasi kredit tersebut. Masyarakat dan ASN di Aceh Utara menunggu langkah konkret dari pihak perbankan untuk mendukung pemulihan ekonomi pascabanjir.



















