SINGKAWANG – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kota Singkawang mencatat jumlah kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut telah mencapai 2.371 kasus hingga tahun 2026. Pemerintah daerah terus berupaya menekan penyebaran penyakit tersebut melalui kegiatan skrining, edukasi, serta penyediaan layanan konsultasi bagi masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes KB Kota Singkawang, Henry Aprianto, mengatakan terdapat sejumlah kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penularan HIV/AIDS, di antaranya pelaku hubungan seks sejenis, waria, pengguna jarum suntik, pekerja seks komersial, serta penderita infeksi menular seksual (IMS).
Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut menjadi sasaran utama dalam kegiatan skrining guna mendeteksi kasus secara dini dan mencegah penularan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Data hingga sekitar April 2026 menunjukkan jumlah kasus HIV/AIDS yang tercatat mencapai 2.371 kasus. Skrining paling banyak dilakukan pada ibu hamil, dengan jumlah pemeriksaan mencapai sekitar 1.563 orang,” ujar Henry.
Ia menambahkan, tren kasus HIV/AIDS di lapangan masih menunjukkan peningkatan sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan.
Dinkes KB Kota Singkawang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya HIV/AIDS melalui penerapan perilaku hidup sehat serta menghindari faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan penularan penyakit tersebut.
Selain itu, Dinkes membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi maupun berkonsultasi terkait HIV/AIDS. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan edukasi, pemeriksaan awal, maupun pendampingan terkait pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.
Pihak Dinkes menegaskan bahwa seluruh informasi dan identitas masyarakat yang datang untuk berkonsultasi akan dijaga kerahasiaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui berbagai langkah tersebut, Dinkes Singkawang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan HIV/AIDS semakin meningkat sehingga angka penularan dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Sumber : tvri



















