Parah, Individu/Oknum Pegawai Custom/Bea Cukai Pos Tebedu Serawak Malaysia Diduga Meminta Sejumlah uang ke PMI (Pekerja Migran Indonesia)

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 03:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Spread the love

Mediakompas.com, Kalimantan Barat -Ini sangat memalukan, dan mencoreng citra serta nama baik institusi Custom/Bea Cukai Malaysia, harus ditindak tegas bagi Individu/oknum-oknum yang model seperti ini. Jika dibiarkan bisa merajalela, dan akan banyak makan korban. Tentunya Warga Indonesia yang jadi PMI ( Pekerja Migran Indonesia) bukti nyata didepan mata! Apa masih berkelit lagi?.

Lapan6Online : Berharap usai merantau dinegeri orang meski perjuangannya mempertaruhkan nyawa, bisa kembali dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga. Apa daya, rintangan serta tantangan tidak pernah berhenti.

Adalah nasib beberapa ( Pekerja Migran Indonesia(PMI,red) asal Indonesia yang mendapat perlakuan oleh Individu/oknum Custom/Bea Cukai Pos Tebedu Serawak Malaysia. diduga meminta Uang terhadap Pekerja Migran Indonesia dengan alasan tidak jelas/ tidak masuk akal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus operandi nya barang Pekerja Migran Indonesia ini disuruh scan/Xray, lepas tu paspornya diminta/Di ambil oleh Individu/Custom Pos Tebedu dengan alasan barang mau dibuka dicek isi bag/tasnya, selepas di periksa/dicek barang-barang larangan lalu PMI disuruh keluarkan uang RM 50 atau -+ 195.000 Rupiah baru boleh ambil paspor dan barangnya.

kalau tidak mau bayar maka paspor dan barangnya tidak di beri/ ditahan walau didalam bag/tas tersebut hanya ada pakaian saja tetap disuruh bayar bahkan lambat bayar mereka PMI di bentak dengan kata kata yang kurang bagus.

beberapa PMI yang habis kontrak dimintai uang Rm 50 atau=+- 195.000 rupiah oleh individu Pegawai Custom (bea cukai) pos Pemeriksaan Tebedu Malaysia.

Saat dikonfirmasi di Garis Netral oleh awak Media, menurut beberapa orang Pengurus/Travel Agen yang biasa membawa penumpang dari Indonesia ke Sarawak Malaysia, “Perkara ini sudah lama terjadi semacam ada pembiaran oleh Pihak custom,” ujar salah satu Travel Agen yang enggan disebutkan namanya pada Senin (01/11/2025).

Lanjutnya, “Modusnya sama juga seperti yang di bilang PMI lainnya , mereka di suruh scan barang-Barangnya semua, setelah di scan, Individu/oknum pegawai yang bertugas meminta paspor para PMI dengan alasan barang dalam bag/Tas mau di periksa, bag/Tas nya disuruh buka dicek dengan teliti semua,” jelasnya.

Baca Juga:  Diduga WL Kelabuhi Ketua AKPERSI Dengan Klarifikasi Tidak Sesuai Fakta

Menurut beberapa PMI yang diperlakukan seperti itu sangat kesal dengan Individu/oknum Pegawai Custom/Bea Cukai atas kejadian itu.

Salah satu PMI yang jadi korban mengatakan,”Kami kan resmi ada paspor masuk ke Malaysia dan banyak juga PMI yang pulang habis kontrak kerja di Malaysia diperlakukan seperti itu juga,” jelas PMI yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan,”Jika kami masuk atau keluar membawa barang yang tidak diperbolehkan oleh Custom Malaysia bolehlah kami di denda ikut aturan yang berlaku di Malaysia.

Disaat kami mau minta paspor dan barang yang sudah di periksa oleh Custom Pos Tebedu Sarawak, saya disuruh bayar RM 50 atau =Rp 195.000 rupiah.

Masih menurut PMI tersebut bahwa,”Saya tanya ini untuk bayar apa, dia bilang untuk bayar pajak, padahal didalam bag/Tas saya itu isinya hanya pakaian saja, saya mohon kepada Ketua Pengarah atau Penguatkuasa Custom Sarawak Malaysia untuk turun Ke pos Custom tebedu untuk mengambil tindakan kepada Individu/oknum pegawai Custom pos Tebedu yang nakal tersebut supaya kedepan tidak banyak yang jadi korban pemerasan seperti ini dengan dalih untuk bayar pajak, itu sama juga menjelekkan institusi Custom pos Tebedu Sarawak Malaysia,” terangnya dengan nada kesal.

 

Sementara itu, Saepul Koordinator LP3KRI dan Lapan6online.com Kalbar sekaligus Ketua FW & LSM ( Forum Wartawan & Lembaga Suadaya Masyarakat ) Poros Utara kepada awak media sangat menyayangkan hal ini terjadi dan semoga Kepala Pengarah Custom Sarawak Malaysia secepat nya mengambil tindakan atas kejadian ini dan kedepannya tidak terjadi hal seperti lagi.

“Ini sangat memalukan, dan mencorang citra serta nama baik institusi Custom/Bea Cukai Sarawak Malaysia, harus ditindak tegas bagi oknum-oknum yang model seperti ini. Jika dibiarkan bisa merajalela, dan akan banyak makan korban. Tentunya Warga Indonesia yang jadi Pekerja Migran Indonesia, bukti nyata didepan mata! Apa masih berkelit ” jelas Saepul. (Artikel ini telah tayang di Radarmetro).

Berita Terkait

Inisial SN  Diduga Pengurus PETI Mengakui Sudah Setor Uang Terus Aktivitas Tambang Emas Ilegalnya??,Diminta Kapolda Yang Baru Usut Tuntas
KBN RI DAN PERADIN MEMINTA PRESIDEN PRABOWO TERBITKAN KEPRES UNTUK MAHKAMAH DESA/KELURAHAN.
Desa Sungai Sambang Dilanda Banjir, Aktivitas Warga Terhenti Total
MEDIA BERBASIS SINGAPURA SOROT INDONESIA, KETUA UMUM DPP AKPERSI: JANGAN BIARKAN NARASI GLOBAL MELEMAHKAN KEPERCAYAAN BANGSA TERHADAP NKRI
KBN RI, KPK RI, KEJAGUNG RI. SIAP MEMBERANTAS PUNGLI GRATIFIKASI SPMB TENTANG SE 7 KPK 2026.
Terkait Proyek Perkuatan Tebing Sungai Berembang, Pelaksana: Tanah Tempatan Hanya Kebijakan, Terjadi Pengurangan Anggaran Sebesar 19 Miliar
Ketua Umum AKPERSI: “Jangan Ada Kesan Kebal Hukum, Kami Akan Kawal Sampai Tuntas
Diduga Lakukan Intimidasi, Ketua APDESI DPD Jawa Barat Dilaporkan DPD AKPERSI Jawa Barat ke Aparat Penegak Hukum
Berita ini 22 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:13

Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:54

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:49

Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:48

Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:47

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:45

Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x