Perselisihan Keluarga!! diduga Menjadi korban Penganiayaan Saudara kandungnya

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

INDRAMAYU– kompasakses.com-Perselisihan keluarga yang dipicu penyerobotan lahan sawah di Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, berujung aksi kekerasan.

 

Seorang ibu bernama Siti Aminah diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh saudara kandungnya sendiri, Solikah. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek serius pada tangan kanan diduga akibat terkena benda tajam (pecahan piring).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan keterangan medis, luka pada bagian atas memiliki panjang sekitar 7 sentimeter, sedangkan luka pada bagian bawah sekitar 13 sentimeter, sehingga korban harus menjalani penanganan dengan total 17 jahitan.

 

Kronologi Konflik Lahan yang Berlarut-larut

 

Menurut keterangan korban, konflik internal keluarga ini sebenarnya telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Perselisihan bermula dari sengketa penyerobotan kepemilikan lahan sawah yang dibeli Siti Aminah dari kakak tertuanya.

 

Korban mengaku, tanpa seizin maupun persetujuannya, lahan sawah tersebut diukur, dipatok pihak lain. Ia menyebut tindakan sepihak itu diduga dilakukan oleh Kumed di ketahui sebagai suami Solikah.

 

“Tanpa izin dan persetujuan dari kami, lahan sawah tersebut secara sepihak diukur, dipatok, dan digadaikan kepada pihak lain oleh Kumed dan Pendi selaku mantan sekretaris desa setempat,” ujar Siti Aminah saat memberikan keterangan. Kamis, (9/7).

 

Dampak dari perselisihan ini membuat korban tidak hanya kehilangan hak untuk mengelola sawah tersebut, tetapi hasil panennya selama ini juga diduga kuat diambil oleh pihak lain. Kondisi inilah yang menjadi pemantik konflik berlarut-larut di dalam keluarga mereka.

Baca Juga:  ‎Polemik TKD Bencana: YARA Tuding Kepala Bappeda Aceh "Tertidur Pulas" Saat Aceh Barat Diterjang Banjir

 

Cekcok Mulut Berujung Aksi Kekerasan fisik

 

Ketegangan semakin memuncak dalam beberapa waktu terakhir setelah korban berulang kali mendapati tanaman hias di pekarangan rumahnya dirusak dan beberapa pot bunga miliknya hilang secara misterius.

 

Pada hari kejadian, korban berusaha mencari pot yang hilang ke bagian belakang rumah. Di sana, ia bertemu dengan kakaknya dan langsung melayangkan teguran. Teguran tersebut rupanya memicu adu mulut hingga terjadi pertengkaran sengit.

 

Pertikaian verbal yang semula hanya berupa adu mulut mendadak berubah menjadi aksi fisik. Dalam insiden tersebut, piring yang sedang dipegang oleh Solikah pecah. Pecahan piring itu diduga kemudian dilayangkan ke arah korban hingga mengenai tangan kanannya dan menyebabkan luka robek yang cukup serius.

 

“Akibat kejadian ini, saya mengalami luka robek yang cukup lebar dan pendarahan parah di bagian tangan,” tutur korban.

 

Langkah Hukum Korban

 

Korban yang bersimbah darah segera dievakuasi Puskesmas Balongan oleh anaknya dan mendapatkan penanganan medis darurat atas luka robek di tangannya.

 

Tidak terima dengan tindakan kekerasan yang dialaminya, pihak keluarga korban menyatakan berkomitmen untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

 

Mereka berencana melaporkan peristiwa dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Indramayu agar diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

 

(Jono Suhendra)

Berita Terkait

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:13

Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:54

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:49

Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:48

Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:47

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:45

Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x