‎Terkesan Mengabaikan Pemuda Lokal, SPPG Manyang Tunong Baru Pecat Security P3K Usai Diprotes Geuchik

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Kompasakses.Com, ‎Aceh Utara – Polemik rekrutmen tenaga kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan BabulHuda Aceh Gampong Manyang Tunong, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, kian memanas. Kebijakan pengelola yang terkesan secara terang-terangan mengabaikan aspirasi pemuda setempat berujung pada pencopotan paksa tenaga keamanan (security) yang sempat diprotes keras oleh pemerintah gampong.

‎Kepala SPPG Gampong Manyang Tunong, Maurival, akhirnya merespons sorotan tajam tersebut dengan mengakui bahwa pihaknya telah mendepak security yang sebelumnya menuai polemik karena merangkap jabatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu Satpol PP-WH Aceh Utara.

‎” Masalah security sudah kami keluarkan dan tidak kerja lagi. Senin kemarin sudah tidak kerja lagi,” ujar Maurival saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

‎Meski demikian, langkah pemecatan kilat ini justru menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Saat didesak mengenai sejak kapan tenaga keamanan tersebut mulai dipekerjakan dan alasan baru mengambil tindakan tegas setelah protes warga mencuat ke publik, Maurival memilih bungkam. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp hanya bercentang biru tanpa ada tanggapan lanjutan.

‎Pengabaian Hak Warga Ring Satu

‎Sebelumnya, Geuchik Gampong Manyang Tunong, Mulya Saputra, melayangkan protes keras lantaran pihak pengelola SPPG menepikan hak-hak warga ring satu. Alih-alih merangkul pemuda setempat yang tengah menganggur dan siap bekerja, manajemen justru memasukkan tenaga luar berstatus honorer instansi pemerintah.

‎Langkah tertutup ini dinilai mencederai semangat pemberdayaan masyarakat lokal di wilayah operasional fasilitas gizi tersebut. Warga menilai pihak yayasan seolah menutup ruang bagi pemuda gampong untuk ikut mencari penghidupan di tanah kelahiran mereka sendiri.

‎Berkilah Soal Aturan BGN

‎Selain isu pengabaian pemuda lokal, manajemen SPPG juga disorot terkait posisi wakil koki (chef) yang diisi oleh istri pemilik tempat usaha, yang juga tercatat sebagai P3K Paruh Waktu. Menanggapi hal ini, Maurival berdalih bahwa Geuchik Mulya mengalami kesalahpahaman terkait regulasi internal Badan Gizi Nasional (BGN).

‎Menurut Maurival, terdapat pembagian alokasi chef satu orang digaji oleh BGN, sementara satu posisi lainnya dibiayai mandiri oleh pihak yayasan. “Jadi itu tidak termasuk dalam relawan 47, karena bukan digaji sama negara,” kilahnya.

‎Di sisi lain, untuk meredam polemik legalitas, pihak manajemen turut melampirkan bukti kepemilikan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS). Kendati dokumen kesehatan tersebut diklaim sudah beres, pengabaian terhadap aspirasi pemuda lokal telanjur meninggalkan catatan hitam dalam transparansi awal operasional SPPG di Gampong Manyang Tunong.

‎Hingga bilik-bilik dapur penyedia gizi itu mulai mengepulkan asapnya, dinding keterbukaan manajemen SPPG Yayasan BabulHuda Aceh masih menyisakan retak. Publik Aceh Utara kini menanti, apakah langkah korektif ini murni demi keadilan sosial bagi pemuda gampong, atau sekadar jurus pemadam kebakaran demi meredam gaduh di permukaan?.

Baca Juga:  Bupati Aceh Utara Salurkan Bantuan Banjir di Desa Tanjong Dama Lapang

Berita Terkait

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN
Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:13

Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:52

Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:49

Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:48

Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:47

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x