Tren Baru Aksi Sosial di Sampang: Demo-Demoan Berujung Damai, Ketua DPD GMPK Soroti Kejanggalan

- Penulis

Minggu, 22 Juni 2025 - 06:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

https://kompasakses.com//SAMPANG – Aksi demonstrasi sebagai salah satu bentuk kontrol sosial kini mulai mengalami pergeseran makna di Kabupaten Sampang.

Alih-alih menyuarakan kepentingan publik yang nyata, sejumlah aksi justru berakhir damai tanpa kejelasan tuntutan maupun hasil, fenomena ini menjadi sorotan tajam dari Abdul Azis Agus Priyanto, SH, Ketua Dewan Pengawas DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Sampang.

Azis menyebut bahwa pola baru aksi yang dikemas seperti demo, namun berujung tanpa tindak lanjut dan alasan tak jelas, berpotensi merusak marwah perjuangan civil society sejati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini sangat mencederai perjuangan rekan-rekan pejuang hak publik yang istiqomah. Banyak teman-teman dari masyarakat sipil yang benar-benar memperjuangkan hal substantif, tetapi kemudian dikaburkan oleh aksi-aksi yang justru tidak punya pijakan jelas,” tegas Azis, Sabtu (22/06/2025).

Lebih lanjut, ia mempertanyakan peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang sebagai institusi pembina organisasi kemasyarakatan (ormas) dan komunitas aksi.

“Sudah beberapa kali terjadi pemberitahuan aksi ke instansi resmi yang seharusnya mengeluarkan STTP. Tapi ternyata alamat kelompok aksi yang tercantum itu bodong, tak bisa dilacak, dan tidak punya struktur yang jelas,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Baca Juga:  Jalan Serindang Mengalami Keretakan Diduga Akibat Faktor Alam

Azis mendorong agar Bakesbangpol benar-benar menjalankan fungsi strategisnya untuk membina dan mengawasi keberadaan ormas di Sampang. Menurutnya, lembaga itu seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa setiap aksi sosial benar-benar murni berasal dari kepedulian publik, bukan sekadar kedok untuk kepentingan tertentu.

“Jangan sampai terjadi praktik pemerasan terselubung yang dibungkus dalam aksi demonstrasi. Ini modus baru yang harus diwaspadai oleh semua pihak,” pungkasnya.

Maraknya demo yang berujung damai dan tak jelas arah perjuangannya menimbulkan tanda tanya besar. Apakah ini murni aspirasi atau justru hanya akal-akalan? Masyarakat pun kini semakin jeli menilai gerakan sosial yang muncul, agar tidak terjebak dalam manuver yang bisa merugikan kredibilitas perjuangan masyarakat sipil yang sejati.

Situasi ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah, terutama Bakesbangpol dan aparat keamanan, agar lebih ketat dalam melakukan verifikasi identitas, struktur, dan tujuan dari kelompok penggerak aksi sebelum menerbitkan izin atau menerima pemberitahuan.

Jika tidak diantisipasi dengan baik, gerakan palsu berkedok demo ini berpotensi memperkeruh suasana sosial dan melemahkan kepercayaan publik terhadap gerakan sosial yang otentik. (R)

Berita Terkait

Wakil Bupati Aceh Utara Ajak Semua Pihak Bergandeng Tangan Bangun Daerah di Musda Golkar XI
HUT ke-4 Satupena.co.id di Aceh Tengah: Dari Kata Menjadi Karya, Mengabdi untuk Masyarakat
Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh
Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Aceh Utara Dilantik, Bupati Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Seni Budaya Aceh Sedati Tunang Meriahkan HUT ke-81 RI di Cot Girek
Drum Band SMA Negeri 1 Cot Girek Meriahkan Karnaval HUT ke-81 RI
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:36

Wakil Bupati Aceh Utara Ajak Semua Pihak Bergandeng Tangan Bangun Daerah di Musda Golkar XI

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:26

HUT ke-4 Satupena.co.id di Aceh Tengah: Dari Kata Menjadi Karya, Mengabdi untuk Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:18

Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan 2026 Digelar di Pontianak, Bahas Ekonomi, Ekologi dan Sosial-Keagamaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:19

PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:50

Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:57

Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x