‎Nestapa Warga Tanah Pasir: Rumah Bantuan Perkim Aceh Diduga Mangkrak, Warga Terpaksa Berteduh di Gubuk ‎

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Kompasakses.Com, ‎Aceh Utara – Harapan warga Gampong Prie, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, untuk menempati hunian layak kini tinggal puing-puing. Sebuah proyek Rumah Bantuan Dhuafa yang didanai oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, kini terbengkalai.

‎Sudah enam bulan lebih bangunan itu tak tersentuh tangan tukang, membiarkan calon penghuninya tetap terhimpit kemiskinan di gubuk darurat.

‎Seorang penerima bantuan, yang bernama Nasrullah, menuturkan getirnya kondisi keluarga. Sejak proyek dihentikan pascabanjir besar tahun 2025 lalu, tidak ada lagi geliat pembangunan di lokasi. Padahal, ia dan istrinya harus memutar otak agar keempat anak mereka memiliki tempat berteduh yang manusiawi.

‎” Kalau malam, anak-anak sering saya mengungsi ke rumah ibu di gampong yang sama karena gubuk kami sangat tidak layak,” ujarnya dengan nada lirih, Kamis, 25 Juni 2026.

‎Alasan Kontraktor: “Kami Merugi”

‎Saat dikonfirmasi, Syukri, rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, mengakui adanya penghentian pekerjaan. Ia berdalih bahwa bencana banjir besar di tahun 2025 menjadi penyebab utama proyek tersebut terhenti.

‎Menurut Syukri, kontrak pekerjaan telah berakhir (mati kontrak) akibat kendala cuaca ekstrem. Meski sempat diberikan opsi adendum, ia mengaku waktu yang tersisa tidak cukup karena lahan masih tergenang air saat itu.

‎” Saya pun rugi, Bang. Belum sempat menarik uang (termin), dan sekarang saya sedang berusaha mencari cara untuk bisa melanjutkan pekerjaan tersebut,” kata Syukri saat dikonfirmasi, Rabu, 24 Juni 2026.

‎Disparitas Informasi di Level Birokrasi
‎Kondisi mangkraknya proyek di lapangan justru tidak diketahui oleh otoritas terkait di tingkat kabupaten. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh Utara, Muhammad, saat dimintai tanggapan, mengaku tidak mengetahui adanya masalah tersebut.

‎Ketidaktahuan dinas teknis di daerah ini memunculkan tanya soal pengawasan proyek yang didanai oleh Pemerintah Aceh di wilayah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak Perkim Aceh belum dapat terhubung sampai berita ini tayang.

‎Kisah di Gampong Prie ini menjadi potret buram pelaksanaan bantuan rumah bagi warga dhuafa. Di atas kertas, bantuan tersebut diniatkan untuk mengentaskan kemiskinan. Namun, di lapangan, warga justru terjebak dalam ketidakpastian, menanti rumah yang tak kunjung rampung di tengah himpitan ekonomi yang kian mencekik.

‎Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak Dinas Perkim Aceh maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan hak jawab atau tanggapan resmi.

Baca Juga:  Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat, Kementerian ATR/BPN Jadi Motor Penggerak dalam Memberikan Perlindungan bagi Masyarakat Hukum Adat

Berita Terkait

Wakil Bupati Aceh Utara Ajak Semua Pihak Bergandeng Tangan Bangun Daerah di Musda Golkar XI
HUT ke-4 Satupena.co.id di Aceh Tengah: Dari Kata Menjadi Karya, Mengabdi untuk Masyarakat
Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan 2026 Digelar di Pontianak, Bahas Ekonomi, Ekologi dan Sosial-Keagamaan
Nelayan Paloh Pertanyakan Jatah Solar Subsidi, Minta Dugaan Kebocoran BBM Diselidiki
PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia
Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove
Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh
Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:36

Wakil Bupati Aceh Utara Ajak Semua Pihak Bergandeng Tangan Bangun Daerah di Musda Golkar XI

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:26

HUT ke-4 Satupena.co.id di Aceh Tengah: Dari Kata Menjadi Karya, Mengabdi untuk Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:18

Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan 2026 Digelar di Pontianak, Bahas Ekonomi, Ekologi dan Sosial-Keagamaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:19

PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:50

Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:57

Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x