Kompasakses.com, SAMBAS – Pihak SPPG B3 Tanjung Bugis Sambas memberikan klarifikasi terkait unggahan akun media sosial yang menampilkan buah apel yang diduga dalam kondisi busuk dan diperuntukkan bagi kelompok penerima manfaat 3B (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui).
Sebelumnya, sebuah akun media sosial menuliskan, “Masa iya buah embegeeeh khusus 3B (Balita, Ibu Hamil, Ibu Menyusui) bentuknya seperti ini?” dalam unggahannya yang kemudian menjadi perhatian publik.
Saat dikonfirmasi Tim Media Kompasakses.com melalui pesan WhatsApp, pihak SPPG B3 Tanjung Bugis menjelaskan bahwa sebelum didistribusikan, buah apel telah melalui proses penyortiran.
“Pagi bang, izin bang, apel sudah disortir. Dari lima kotak apel yang kami beli, ada dua kotak yang terdapat apel busuk. Setiap pengantaran kami selalu berpesan, apabila ada barang yang kurang atau rusak agar segera menghubungi pihak SPPG supaya langsung kami ganti. Namun kami tidak menerima informasi bahwa masih ada apel yang busuk,” ujar perwakilan SPPG.
Ia menjelaskan bahwa secara tampilan luar sebagian apel terlihat masih baik, namun setelah diperiksa terdapat beberapa buah yang mengalami kerusakan di bagian dalam.
“Untuk kulit luar bagus, ternyata isi dalam busuk. Kami menemukan beberapa apel lain yang kondisinya sama dan langsung menggantinya. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kader agar buah yang busuk segera diganti, namun ternyata masih ada yang terlewat,” lanjutnya.
Pihak SPPG mengakui bahwa pada distribusi hari Senin, 3 Agustus 2026, ditemukan cukup banyak apel yang kualitasnya kurang baik.
“Pada hari kejadian memang banyak apel yang busuk. Kami sudah menggantinya dengan buah naga untuk menutupi kekurangan distribusi saat itu,” katanya.
Lebih lanjut, pihak SPPG menyatakan akan melakukan koordinasi kembali dengan para kader pada Rabu, 5 Agustus 2026, guna memastikan seluruh penerima manfaat yang kemungkinan menerima apel rusak mendapatkan penggantian.
“Hari ini kami akan berkoordinasi dengan kader untuk mencari penerima manfaat yang menerima apel busuk dan akan kami ganti. Sebenarnya jika diberi tahu pada hari itu juga, tentu langsung kami ganti dari pihak SPPG,” tutupnya.
Pihak SPPG B3 Tanjung Bugis menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas bahan pangan yang didistribusikan kepada penerima manfaat serta membuka ruang pengaduan apabila ditemukan produk yang rusak atau tidak layak konsumsi agar dapat segera ditindaklanjuti. Media ini membuka ruang hak jawab untuk keberimbangan, sesuai dengan undang – undang pers.



















