Sampang||Mediakompas.com -Program makan bergizi gratis bukan hanya instrumen kesehatan publik, tetapi juga pemicu tumbuhnya ekosistem ekonomi baru. Jika dikelola dengan baik, peluang usaha dari sektor ini dapat memperkuat kemandirian pangan nasional, memberdayakan UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat pemerataan ekonomi di daerah.
Namun hal itu justru tidak berlaku dikabupaten Sampang provinsi jawatimur, berbagai problem muncul sedari awal program nasional besutan presiden Prabowo subianto ini berjalan banyak mendapat sorotan di berbagai SPPG dapur yang ada di kabupaten Sampang,
Salah satu sppg yang mendistribusikan menu MBG di SDN polagan 1 terpantau hanya memberikan menu yang kurang memenuhi Gisi yang seimbang, dan kuat dugaan hanya menjadikan program nasional pemerintah sebagai ladang mencari keuntungan pribadi atau kelompok saja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah sempat menjadi sorotan dengan menu ala kresek di tahun 2025, serta sempat tidak menerima kiriman MBG di bulan sebelum nya SDN polagan 1 kec. Sampang dari SPPG polagan kini menu MBG akhir tahun yang beredar di media sosial hanya berupa telur, susu kotak kecil, roti dan buah naga untuk 4 hari akumulatif pengiriman, pada tgl 24 Desember 2025.
Pada menu tersebut sama sekali tidak sesuai aturan dan juknis nilai gisi yang seimbang seperti aturan BGN nomor 6 tahun 2024 yang tertuang dalam Perpres 83/2024 sebagai regulasi pelengkap rincian tata pelaksanaan program MBG.
Masyarakat mempertanyakan pengawasan program MBG di kabupaten Sampang, kemana harus mengajukan dapur serta SPPG yang dinilai melanggar ketentuan baik regulasi dan penyediaan menu, Korwil sppg Sampang Ratna ketika di konfirmasi fia pesan whatshap tidak merespon, sementara kantor Satgas MBG dikabupaten Sampang belum jelas dimana keberadaan nya.



















