Gaji Tak Cair, Honorer Diberhentikan: Rakyat Rokan Hilir Tuntut Keadilan

- Penulis

Selasa, 3 Juni 2025 - 10:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Rokan Hilir ||https://kompasakses.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (Hipemarohi) Pekanbaru bersama elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Mes Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rokan Hilir, Bagan Siapiapi, pada Selasa (3/6/2025).

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir yang dinilai lalai menyelesaikan persoalan gaji tenaga honorer yang telah menunggak selama beberapa bulan. Selain itu, massa juga mengecam kebijakan pemutusan kerja honorer secara sepihak, yang mereka anggap tidak manusiawi dan sarat ketidakadilan.

Koordinator aksi, Akas Virmandi, dalam orasinya menyampaikan kritik tajam terhadap kepemimpinan Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhoni Charles.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalian memperlakukan honorer seperti sampah, diberhentikan secara sepihak hanya dengan berlindung pada aturan pusat. Kalau benar-benar pemimpin yang bijak, seharusnya kalian bisa melobi ke pusat demi mempertahankan nasib mereka. Banyak kabupaten lain bisa melakukannya, mengapa Rokan Hilir tidak?” tegasnya.

Tak hanya mahasiswa, perwakilan tenaga honorer yang telah lama mengabdi juga menyuarakan kekecewaan mendalam.

“Kami ini manusia, bukan angka apalagi sampah. Bertahun-tahun kami mengabdi untuk pelayanan publik, tapi kini dibuang begitu saja—tanpa gaji, tanpa penghargaan. Beginikah balasan dari pemimpin daerah?” seru salah satu honorer dengan nada getir.

Aksi ini juga diwarnai dengan berbagai poster yang mencerminkan kegeraman massa, di antaranya bertuliskan:

“Bayar Gaji Honorer Sekarang Juga!”

“100 Hari Kerja, Hanya Mampu Pecat Honorer!”

“Gaji 4 Bulan Tak Dibayar, Kami Butuh Makan!”

“Pemimpin Gagal, Rakyat Menjerit!”

Serta sindiran tajam seperti:

“Wakil Bupati Sibuk Jadi Konten Kreator”

“Bupati Menghilang dari Maps”

Baca Juga:  Air Keras Andra Yunus Tidak Masuk Pelanggaran HAM.

Dalam aksinya, Akas menyampaikan enam tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah daerah:

Membuat kebijakan resmi yang menjamin kepastian kerja bagi tenaga honorer.

Merealisasikan pembayaran gaji yang telah dijanjikan, khususnya yang tertunggak selama 4 bulan.

Memberikan solusi nyata atas meningkatnya pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja, dan menghentikan pemberhentian sepihak.

Bertindak cepat dan tanggap menyelesaikan ketidakpastian nasib tenaga honorer.

Menginstruksikan seluruh kepala OPD untuk segera membuat kontrak dan membayar gaji tenaga honorer.

Menjamin keadilan dan transparansi dalam kebijakan kepegawaian, tanpa diskriminasi antar honorer lama dan baru.

Meskipun aksi berjalan damai dan tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian dan Satpol PP, kekecewaan kembali muncul karena Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhoni Charles tidak hadir dan enggan menemui massa.

“Kami datang membawa suara rakyat, tapi pemimpin kami justru bersembunyi. Ini bukan sikap pemimpin, ini bentuk nyata pengabaian!” ujar Akas dengan nada kecewa.

Sebagai perwakilan dari Pemda, Kepala BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir sempat menemui massa dan menyampaikan bahwa aspirasi akan diteruskan secara resmi kepada pimpinan daerah.

“Kami menerima tuntutan ini dan akan segera menyampaikannya ke Bupati dan Wakil Bupati. Kami mohon agar suasana tetap tertib,” ujarnya singkat tanpa memberikan kepastian waktu atau solusi konkret.

Akas menegaskan bahwa aksi ini bukan yang terakhir. Mereka berkomitmen akan terus mengawal isu ini hingga pemerintah daerah memberikan kepastian dan pertanggungjawaban penuh.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar. Ini perjuangan untuk hak kami yang telah lama diabaikan,” tegasnya.

Berita Terkait

Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap
Jalan menuju Dusun Sungai Kelik, Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau Hancur Tak Tersentuh Pembangunan
Kapolri Resmi Ganti Kapolda Kalimantan Barat, Juga Rotasi hingga Mutasi Sejumlah Pejabat Tinggi dan Menengah
P3-TGAI Kerjaan P3A Tunas Muda Terap Terindikasi Dugaan Merugikan Negara
RABI, TOKOH PEMUDA DAYAK MELAWI: MEDIA ONLINE PENTING EDUKASI ADAT BUDAYA KEPADA DUNIA
Rokok Helium Ilegal Dikalbar Diduga Ada Kerja Sama Dengan Bea Cukai
Diduga Jadi Sarang Mafia BBM, SPBU Pulau Bendu Ngabang Terpantau Bebas Layani Pengisian Jerigen Kapasitas
Warga Sintang Blokir Jalan Rusak, Soroti Dugaan Dampak Tambang Emas Ilegal
Berita ini 139 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:27

Rakor Kementerian ATR/BPN Bersama KPK dan Pemerintah Daerah se-Sultra, Hasilkan Komitmen Pencegahan Korupsi dan Peningkatan Ekonomi Daerah

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:24

Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:22

Pengumuman Operasional Pelayanan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:20

Mau beli Tanah? Yukk Cek dan Teliti

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:15

Kantah Kab. Jepara Mengucapkan Selamat Hari Kenaikan Yesus Kristus

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:14

Hujan Lebat, Dayah Nurul Iman di Pirak Timu Terendam Banjir

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:25

Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:13

Kunker ke Polres Gayo Lues, Kapolda Aceh Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Tandatangani Prasasti Pembangunan Polsek Dabun Gelang

Berita Terbaru

Uncategorized

Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:24

Uncategorized

Pengumuman Operasional Pelayanan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:22

Uncategorized

Mau beli Tanah? Yukk Cek dan Teliti

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:20

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x