Hebat, Anwar Ibrahim Bisa Damaikan Kamboja dan Thailand

- Penulis

Senin, 28 Juli 2025 - 12:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Mediakompas.com – Putrajaya – 28 Juli 2025. Ketika dua negara tetangga, Thailand dan Kamboja, sibuk berbalas mortir dan nyawa manusia berjatuhan seperti saldo e-wallet habis buat diskon, tiba-tiba muncullah satu sosok. Bukan dari Avengers, bukan juga dari tokoh wayang kulit. Tapi dari negeri jiran, berkain pelikat, berpidato tenang, dan dipercaya semesta, Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia sekaligus Ketua ASEAN tahun ini, yang muncul bak malaikat turun dari awan Cumulonimbus ASEAN.

 

Semuanya bermula saat bentrokan bersenjata pecah pada 24 Juli 2025 di perbatasan Thailand–Kamboja. Dalam waktu empat hari, 35 orang tewas. Dari pihak Thailand: 22 orang meninggal (14 warga sipil + 8 tentara), 140 luka-luka, dan lebih dari 138.000 warga mengungsi dari delapan distrik perbatasan. Dari pihak Kamboja: 13 orang tewas (5 tentara + 8 warga sipil), lebih dari 35.000 warga mengungsi dari Provinsi Preah Vihear dan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kondisi semakin absurd, peluru nyasar ke pasar, anak-anak ketakutan, dan dua negara saling tuding, “Lu yang mulai!” seperti pertengkaran dua bocah rebutan layangan.

 

Masuklah Anwar Ibrahim, tanpa senjata, tanpa karpet merah, hanya berbekal ketulusan dan peta ASEAN yang lusuh. Pertemuan damai diadakan di Putrajaya, kota diplomasi rasa taman bunga. Anwar pun menelepon dua kepala negara langsung, seperti mau ngundang makan kenduri, “Saya telah berbicara langsung dengan PM Hun Manet dan Plt PM Phumtham, menyerukan agar mereka segera menghentikan konflik dan kembali berdialog.”

 

Seolah Tuhan berkata, “Oke, Anwar, gua izinin,” maka kedua negara sepakat mengadakan gencatan senjata tanpa syarat, berlaku mulai tengah malam 28 Juli 2025. Benar-benar tanpa syarat! Bahkan tanpa embel-embel “tapi”, “jika”, atau “selama”.

 

PM Hun Manet menyebut kesepakatan ini sebagai peluang untuk kembali ke kehidupan normal, seakan-akan kemarin cuma salah paham antara dua tetangga yang salah kirim kurir.

Sementara itu, dari kubu Pelaksana Tugas PM Thailand, Phumtham Wechayachai, belum ada pernyataan resmi. Mungkin masih bingung, “Kok bisa damai secepat ini?”

Baca Juga:  Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

 

Namun, meski gencatan senjata sudah ditandatangani, baku tembak masih terdengar di beberapa titik. Ini seperti orang yang sudah putus tapi masih kirim story sindiran. Persis.

 

Anwar Ibrahim, dalam konferensi pers, menyampaikan dengan gaya filsuf berdasi, “Ini adalah langkah awal yang vital menuju de-eskalasi dan pemulihan perdamaian dan keamanan.”

 

Katanya lagi, “Kami berharap solusi ini menjadi landasan bagi diskusi bilateral agar hubungan kembali normal. Malaysia siap membantu dan memfasilitasi proses ini dalam semangat persatuan ASEAN.”

 

Ini bukan kata-kata sembarang. Ini kalimat-kalimat yang lahir dari mulut pemimpin yang bukan hanya tahu protokol, tapi juga tahu rasanya jadi manusia.

 

Sementara Amerika Serikat dan Tiongkok hadir sebagai cameo penting, tidak terlalu banyak bicara, tapi cukup memberikan tekanan moral, seperti tetangga yang cuma nyenggol, “Sudah jangan ributlah, malu sama anak-anak.”

 

Begitulah, dunia menyaksikan keajaiban kecil dari Putrajaya. Dalam waktu kurang dari seminggu, dari konflik berdarah ke meja perundingan, semua berkat satu orang, Anwar Ibrahim, pahlawan yang tidak memakai jubah, cukup mengenakan niat baik dan pengertian bahwa damai itu bukan slogan, tapi pilihan.

 

Kalau ada yang bertanya siapa penyelamat Asia Tenggara 2025, jawabannya jelas, bukan Superman, bukan Goku, tapi Anwar Ibrahim.

 

Pesan moral dari drama diplomatik ini sederhana tapi mendalam, perdamaian tidak lahir dari superioritas senjata, tapi dari keberanian untuk duduk, mendengar, dan memilih akal sehat di atas ego nasionalisme. Di tengah dunia yang gemar membalas serangan dengan serangan, Anwar Ibrahim menunjukkan bahwa satu telepon, satu ruang dialog, dan satu niat baik bisa menyelamatkan puluhan nyawa dan ratusan ribu jiwa dari derita pengungsian. Bahwa di era ledakan informasi dan disinformasi, masih ada kekuatan yang lebih dahsyat dari misil, yaitu niat tulus untuk tidak saling membunuh.

 

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Berita Terkait

Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap
Jalan menuju Dusun Sungai Kelik, Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau Hancur Tak Tersentuh Pembangunan
Kapolri Resmi Ganti Kapolda Kalimantan Barat, Juga Rotasi hingga Mutasi Sejumlah Pejabat Tinggi dan Menengah
Laka Tunggal di Muara Dua, Toyota Land Cruiser Terbalik usai Hilang Kendali
P3-TGAI Kerjaan P3A Tunas Muda Terap Terindikasi Dugaan Merugikan Negara
RABI, TOKOH PEMUDA DAYAK MELAWI: MEDIA ONLINE PENTING EDUKASI ADAT BUDAYA KEPADA DUNIA
Rokok Helium Ilegal Dikalbar Diduga Ada Kerja Sama Dengan Bea Cukai
Diduga Jadi Sarang Mafia BBM, SPBU Pulau Bendu Ngabang Terpantau Bebas Layani Pengisian Jerigen Kapasitas
Berita ini 12 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:58

Kunker Ke Polres Aceh Tenggara, Kapolda Aceh Tekankan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat dan Kunjungi Pesantren Darul Iman

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:14

Hujan Lebat, Dayah Nurul Iman di Pirak Timu Terendam Banjir

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:25

Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:13

Kunker ke Polres Gayo Lues, Kapolda Aceh Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Tandatangani Prasasti Pembangunan Polsek Dabun Gelang

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:29

Momen Humanis Personil Polresta Pati Pada saat Pelayanan Aksi Unras

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:03

IPSM Aceh Utara Desak Pemerintah Pusat Segera Normalisasi Sungai di Aceh

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:22

Kantor Pertanahan Kab. Jepara Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi PTSL 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:20

Buka Webinar Kearsipan Sekjen ATR/BPN :Peralihan Ke Arsip Elektronik Harus Dikelola dengan Baik

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x