Kerja Keras Timnas Garuda Lewat Gol Pinalti Ole Romeny, China Sukses Dihancurkan

- Penulis

Kamis, 5 Juni 2025 - 16:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Jakarta- Akhirnya, dendam kesumat terbalaskan. Lewat gol semata wayang dari Ole Romeny, Timnas Indonesia sukses menghancurkan China di Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Round 3 Grup C. Duh, senangnya, wak! Mari kita seruput kopi untuk ketiga kali, dan nikmati narasi ini.

Malam ini langit Jakarta memerah, bukan karena matahari terbenam, tapi karena semesta tahu, akan ada dendam yang dilunasi di atas rumput suci Gelora Bung Karno. Jutaan pasang mata memelotot layar, 80 ribu lainnya memenuhi stadion, dan satu bangsa menahan napas seraya berdoa, “Tolonglah ya Allah, jangan jadi bulan-bulanan China lagi…” Ternyata, langit mendengar.

Begitu wasit asal Uzbekistan, Pakde Lutfullin, meniup peluit, para pendekar Garuda langsung menancapkan kuku-kuku takdirnya. Mereka tak main-main. Dengan formasi 3-4-2-1 ala Patrick Kluivert, yang entah ia pelajari dari buku taktik atau kitab warisan dewa bola, pasukan merah langsung mengepung pertahanan China seperti elang mencengkeram ayam tetangga. China, yang konon katanya peringkat 94 FIFA, tampak kikuk menghadapi gelombang serangan. Si naga tampak kepanasan, bahkan sebelum keringat mereka sempat menetes, mereka sudah diberi kartu kuning di menit ke-8 lewat Xu Haoyang. Nama keren, tapi sayangnya otot terlalu cepat panas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga kali Ole Romeny hampir membuka gawang, tapi entah kenapa arah tendangannya seperti dikendalikan jin iseng. Bola meleset, mengenai rumput, kamera, bahkan nyaris kepala penonton di tribun. Tapi tidak patah semangat. Karena di menit 45, di tengah kebisingan, Ricky Kambuaya dijatuhkan di kotak penalti. VAR pun dipanggil, layar sakti menyala, dan Lutfullin mengangguk penuh wibawa, penalti. Bangsa Indonesia bersorak seperti habis dibebaskan dari utang KPR. Ole Romeny maju, menatap bola seperti sedang melamar kekasih. Satu hembusan napas, satu langkah sakti, dan… GOOOOOL! Bola masuk dengan dramatis ke gawang Wang Dalei yang hanya bisa terdiam memikirkan masa depan.

Baca Juga:  Jalan Rusak Parah di Kecamatan Dedai, Sintang, Hambat Mobilitas dan Pelayanan Publik
                           Ole Romeny

SUGBK meledak. 80.000 penonton berubah menjadi konser heavy metal tanpa gitar. Teriakan membelah langit Jakarta. Bahkan Presiden Prabowo, yang biasanya tenang seperti patung pahlawan, kabarnya berdiri dari kursi VIP dan berteriak “Merdeka!” sambil melompat dua senti. Di rumah, rakyat menyambut gol dengan berbagai reaksi: ada yang bakar sate, ada yang sujud syukur, bahkan ada yang spontan menyumbang kambing untuk Iduladha.

Babak kedua dimulai dengan aura baru. China bangkit. Mereka mulai menyerang dengan taktik 4-2-3-1 yang terasa seperti drama opera. Penuh gerakan indah tapi minim hasil. Emil Audero, penjaga gawang Garuda, berubah menjadi Tembok Berlin. Tendangan keras dari pemain China? Ditangkap dengan satu tangan, dua mata, dan doa ibu. Penonton tak henti beristighfar. Ada yang baca takbir sambil menggigit selimut. Ketegangan menyelimuti udara. Yakob Sayuri kena kartu kuning di menit 62, tapi tak jadi soal. Sebab Jay Idzes, sang kapten berotot teori, mengatur barisan belakang seperti jenderal perang abad ke-12.

Pergantian pemain pun jadi ritual sakti. Kevin Diks masuk, Beckham Putra muncul seperti karakter baru di episode sinetron, lalu Lilypaly dan Ivar Jenner mengisi lini tengah dengan semangat angkatan perang. Namun, hingga peluit akhir ditiup Lutfullin, yang kini tampak seperti nabi kemenangan, skor tetap 1-0. Garuda menang. China pulang dengan wajah seperti habis dicuci pakai deterjen sedih.

Meskipun Jepang dan Australia sudah mengunci tiket ke Piala Dunia lewat jalur normal, kemenangan ini menyisakan harapan, masih ada Round 4. Tapi siapa peduli? Malam ini dendam telah dilunasi. Di seantero negeri, rakyat tahu: kemenangan ini bukan sekadar angka. Ia adalah puisi. Sebuah balas dendam yang disajikan hangat dengan sambal setan dan air mata haru.

Sumber: #camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Berita Terkait

Inisial SN  Diduga Pengurus PETI Mengakui Sudah Setor Uang Terus Aktivitas Tambang Emas Ilegalnya??,Diminta Kapolda Yang Baru Usut Tuntas
KBN RI DAN PERADIN MEMINTA PRESIDEN PRABOWO TERBITKAN KEPRES UNTUK MAHKAMAH DESA/KELURAHAN.
Desa Sungai Sambang Dilanda Banjir, Aktivitas Warga Terhenti Total
MEDIA BERBASIS SINGAPURA SOROT INDONESIA, KETUA UMUM DPP AKPERSI: JANGAN BIARKAN NARASI GLOBAL MELEMAHKAN KEPERCAYAAN BANGSA TERHADAP NKRI
KBN RI, KPK RI, KEJAGUNG RI. SIAP MEMBERANTAS PUNGLI GRATIFIKASI SPMB TENTANG SE 7 KPK 2026.
Terkait Proyek Perkuatan Tebing Sungai Berembang, Pelaksana: Tanah Tempatan Hanya Kebijakan, Terjadi Pengurangan Anggaran Sebesar 19 Miliar
Ketua Umum AKPERSI: “Jangan Ada Kesan Kebal Hukum, Kami Akan Kawal Sampai Tuntas
Diduga Lakukan Intimidasi, Ketua APDESI DPD Jawa Barat Dilaporkan DPD AKPERSI Jawa Barat ke Aparat Penegak Hukum
Berita ini 25 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:54

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:52

Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:51

Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:48

Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:47

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:45

Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:37

Soft Launching Reaktivasi PLB Temajuk, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:39

Tambang Pasir dan Tanah Urug di Sambas: Transparansi Izin Jangan Hanya Jadi Formalitas

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x