Sampang, mediakompas.com -Lingkup Dunia pendidikan dikabupaten Sampang Menuai berbagai kritik tajam akhir akhir ini, berbagai fasilitas penunjang sarana pendidikan seperti ruang kelas bagi siswa sedang di revitalisasi agar lebih layak untuk kenyamanan belajar, namun alih alih menjadi harapan peningkatan mutu penunjang pendidikan, Revitalisasi justru mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengawasan yang terpantau kurang bahkan dituding hanya formalitas dan dimonopoli oleh oknum tertentu, Hingga penentuan skala prioritas sekolah penerima program revitalisasi meski pengajuan nya terbuka secara online.
Salah satu dari sekian titik revitalisasi adalah SDN Astapah 1 Kec. Omben kabupaten Sampang, Diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai RAB , pantauan media kompas dilokasi menemukan kayu kusen yang digunakan dalam pemasangan kusen dan bagian vital lain nya sudah pecah dan tidak layak pasang, selain itu plaster baru yang harus nya dikerjakan hingga saat ini masih terpantau bangunan lama dan tidak diganti sesuai pengakuan kepala sekolah SDN astapah 1 kec. Omben.
Namun hingga hari ini kenyataan nya justru berbanding terbalik, Hingga saat ini plaster Bangunan seluruh gedung ruang kelas belum di kerjakan dan masih dengan material lama, entah terkendala apa keterangan kepala sekolah sedari awal yang tegas justru berbeda dari realisasi revitalisasi yang dilaksanakan di SDN astapah 1 kec. Omben, Sabtu 13 Desember 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala sekolah SDN astapah menjelaskan dalam keterangan nya bahwa pengerjaan sudah hampir rampung tinggal pemasangan plester dinding pada bangunan utama sepanjang rehab ruang kelas yang masih akan dikerjakan menggunakan alat khusus.
Selain plaster yang belum juga dikerjakan serta bahan material kayu yang sudah banyak pecah dan tak layak masih dipaksakan terpasang patut di duga kpala sekolah subairi menjadikan Program revitalisasi tersebut sebagai Bancakan, dari pengerjaan dan keterangan yang diberikan pada sangat berbeda dari penyampaian dan fakta realisasi kegiatan di lokasi.



















