Bitung — 14 Januari 2026 – Masyarakat Kecamatan Maesa menyampaikan sikap tegas dan terbuka kepada Pemerintah Kota Bitung: pemimpin yang bekerja dengan hati nurani tidak boleh dikorbankan demi kepentingan politik, isu tim pemenangan, maupun manuver oknum tertentu.
Sosok Camat Maesa, Welmi Kalangit, S.Sos, dinilai sebagai contoh nyata pemimpin yang memahami kondisi riil bawahan dan masyarakat. Ketika APBD Kota Bitung tahun 2024 merosot tajam dan berdampak pada tertundanya pembayaran gaji THL, Kepala Lingkungan (Pala), serta RT, Camat Maesa tidak berlindung di balik alasan birokrasi. Ia justru mengambil inisiatif pribadi membayarkan upah mereka, demi menjaga martabat aparat dan kelangsungan pelayanan publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tindakan tersebut bukan pencitraan, melainkan pengorbanan nyata yang lahir dari rasa tanggung jawab moral. Di saat negara absen, Camat Maesa hadir. Di saat sistem lamban, ia bergerak. Pemimpin seperti ini langka dan tidak pantas diperlakukan sebagai korban dinamika politik pasca-pilkada.

Masyarakat Maesa dengan keras mengingatkan: jabatan camat bukan alat balas jasa politik. Jika pemimpin yang bekerja untuk rakyat justru disingkirkan karena isu-isu lama atau tekanan kelompok tertentu, maka itu adalah pengkhianatan terhadap prinsip pelayanan publik dan keadilan sosial.
- “Kami menolak jika ada kepentingan oknum yang mencoba mengorbankan Camat Maesa. Ini bukan soal individu, ini soal masa depan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat,” tegas pernyataan masyarakat.
Masyarakat meminta Wali Kota Bitung membuka mata dan telinga, serta tidak membiarkan pemerintahan dikendalikan oleh bisikan kepentingan sempit. Menjaga pemimpin yang berintegritas jauh lebih penting daripada memelihara dendam politik atau kepentingan kelompok.
Rilis ini menjadi peringatan keras: apabila pemimpin yang terbukti bekerja untuk rakyat justru dipinggirkan, maka masyarakat tidak akan diam. Kepercayaan publik tidak dibangun dengan intrik, tetapi dengan keteladanan dan keberanian moral.
Bitung tidak membutuhkan pejabat yang aman secara politik,
tetapi pemimpin yang berani berdiri bersama rakyat.
Welmi Kalangit telah membuktikannya.
Pemimpin seperti ini wajib dipertahankan.



















