Fuel Truck Terbalik di Tambang MSM: Dugaan Pelanggaran K3 dan Kelalaian Sistemik Mulai Terkuak

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 17:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Sulawesi Utara – Media Kompas.com

Minahasa Utara, Sulawesi Utara —
Insiden terbaliknya Fuel Truck (FT 027) di jalur hauling tambang PT Meares Soputan Mining (MSM/TTN) yang menewaskan dua pekerja kini berkembang menjadi sorotan serius dugaan pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kelalaian sistemik dalam pengelolaan operasional tambang.

Kecelakaan yang terjadi di jalur hauling Marawuwung, Kecamatan Likupang Selatan, Minggu (21/12/2025), tidak lagi dipandang sekadar musibah tunggal. Sejumlah pihak menilai terdapat indikasi kuat kelalaian korporasi, mulai dari kelayakan jalur hauling, manajemen risiko kendaraan pengangkut BBM, hingga kesiapan dan kompetensi tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indikasi Pelanggaran K3

Berdasarkan informasi awal, kendaraan yang terlibat merupakan Fuel Truck, kategori kendaraan berisiko tinggi karena mengangkut bahan mudah terbakar. Jalur hauling tambang sendiri dikenal memiliki kontur ekstrem, tanjakan-curaman tajam, serta risiko teknis tinggi yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat standar K3 tambang.

Publik mempertanyakan:

Apakah jalur hauling telah diuji kelayakan dan keselamatannya secara berkala?

Apakah operator kendaraan telah memenuhi standar jam terbang, pelatihan, dan sertifikasi K3?

Apakah perusahaan telah menjalankan risk assessment dan mitigasi bahaya sesuai regulasi pertambangan?

Kelalaian Sistemik dan Tanggung Jawab Korporasi

Korban diketahui merupakan karyawan perusahaan mitra operasional tambang. Fakta ini memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan perusahaan induk terhadap kontraktor, termasuk penerapan standar keselamatan yang seharusnya sama ketatnya.

Baca Juga:  Curi Tas Jamaah Saat Shalat Asar, Terduga Pelaku Diamankan Polsek Banda Sakti

Pengamat ketenagakerjaan menilai, bila kecelakaan fatal terjadi di area kerja berisiko tinggi, maka tanggung jawab tidak berhenti pada individu pekerja, melainkan harus ditelusuri hingga manajemen keselamatan perusahaan.

> “Jika sistem berjalan benar, kecelakaan fatal seharusnya bisa dicegah. Ketika nyawa melayang, ada kewajiban hukum dan moral korporasi untuk diuji,” ujar salah satu pemerhati K3 tambang.

 

Desakan Penegakan Hukum

Atas peristiwa ini, publik mendesak:

Kemenaker RI mengaudit dugaan pelanggaran K3

Kementerian ESDM mengevaluasi kepatuhan keselamatan tambang dan izin operasional

Polri menelusuri kemungkinan unsur kelalaian pidana korporasi, bukan sekadar kecelakaan teknis

Penegakan hukum dinilai penting agar tragedi ini tidak berakhir sebagai statistik kecelakaan kerja, melainkan menjadi preseden keadilan dan perbaikan sistem keselamatan tambang nasional.

Nyawa Pekerja Bukan Biaya Operasional

Kematian dua pekerja ini kembali menegaskan bahwa produktivitas dan target tambang tidak boleh mengorbankan nyawa manusia. Transparansi, akuntabilitas, dan keberanian aparat menindak dugaan kelalaian menjadi kunci agar tragedi serupa tidak terulang.

Kasus ini kini menjadi ujian serius komitmen negara dalam melindungi pekerja tambang dan menegakkan tanggung jawab korporasi di sektor ekstraktif berisiko tinggi.

 

Berita Terkait

Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap
Diduga Cemarkan Nama Baik Saat Live TikTok, Pemilik Akun Kompasakses.com Keberatan atas Tuduhan Teuku Tiyar
Jalan menuju Dusun Sungai Kelik, Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau Hancur Tak Tersentuh Pembangunan
Kapolri Resmi Ganti Kapolda Kalimantan Barat, Juga Rotasi hingga Mutasi Sejumlah Pejabat Tinggi dan Menengah
P3-TGAI Kerjaan P3A Tunas Muda Terap Terindikasi Dugaan Merugikan Negara
RABI, TOKOH PEMUDA DAYAK MELAWI: MEDIA ONLINE PENTING EDUKASI ADAT BUDAYA KEPADA DUNIA
Rokok Helium Ilegal Dikalbar Diduga Ada Kerja Sama Dengan Bea Cukai
Diduga Jadi Sarang Mafia BBM, SPBU Pulau Bendu Ngabang Terpantau Bebas Layani Pengisian Jerigen Kapasitas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:27

Rakor Kementerian ATR/BPN Bersama KPK dan Pemerintah Daerah se-Sultra, Hasilkan Komitmen Pencegahan Korupsi dan Peningkatan Ekonomi Daerah

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:24

Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:22

Pengumuman Operasional Pelayanan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:20

Mau beli Tanah? Yukk Cek dan Teliti

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:15

Kantah Kab. Jepara Mengucapkan Selamat Hari Kenaikan Yesus Kristus

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:14

Hujan Lebat, Dayah Nurul Iman di Pirak Timu Terendam Banjir

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:25

Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:13

Kunker ke Polres Gayo Lues, Kapolda Aceh Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Tandatangani Prasasti Pembangunan Polsek Dabun Gelang

Berita Terbaru

Uncategorized

Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:24

Uncategorized

Pengumuman Operasional Pelayanan Kantah Kab. Jepara

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:22

Uncategorized

Mau beli Tanah? Yukk Cek dan Teliti

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:20

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x