IPSM Aceh Utara Desak Pemerintah Pusat Segera Normalisasi Sungai di Aceh

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Kompasakses.Com, Aceh Utara – Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat atau IPSM Aceh Utara mendesak pemerintah pusat segera melakukan normalisasi sungai di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) di Aceh yang dinilai menjadi penyebab utama banjir tahunan di wilayah tersebut.

Desakan itu disampaikan setelah IPSM merilis hasil pemantauan dan analisis terkait penyebab utama banjir besar yang melanda Aceh pada 27 November 2025 lalu.

Dalam keterangannya, pengurus IPSM menilai pendangkalan dan penyempitan badan sungai akibat tidak adanya normalisasi berkala selama puluhan tahun menjadi faktor dominan terjadinya banjir.

Ketua IPSM Aceh Utara, Mukhtaruddin, mengatakan kepada Media kompasakses.Com, pihaknya telah beberapa kali melakukan koordinasi dan audiensi dengan pihak berwenang. Namun hingga kini, menurutnya, belum terlihat adanya langkah konkret maupun progres pekerjaan di lapangan.

“Normalisasi sungai yang seharusnya dilakukan secara berkala tidak pernah dilaksanakan selama puluhan tahun. Akibatnya badan sungai menjadi sempit dan dangkal sehingga tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi,” ujar Mukhtaruddin.

Ia juga menyoroti penanganan pasca banjir Aceh 27 November 2025 yang dinilai belum menjadikan normalisasi sungai sebagai prioritas utama. Padahal, menurut IPSM, pengerukan sungai dan pembangunan tanggul merupakan kebutuhan mendesak untuk mencegah bencana serupa terus berulang.

Mukhtaruddin menyebutkan sedikitnya terdapat tujuh sungai di Aceh yang perlu segera dilakukan normalisasi dan pembangunan tanggul. Beberapa di antaranya yakni DAS Keureuto dan DAS Jambo aye, Das Peusangan, Das Tamiang, yang selama ini kerap meluap saat musim penghujan.

Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk penanganan masing-masing DAS diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun hingga Rp5 triliun, tergantung kondisi dan tingkat kerusakan sungai.

“Kerugian masyarakat akibat banjir terjadi setiap tahun dan nilainya mencapai puluhan triliun rupiah. Kondisi ini sangat merugikan masyarakat Aceh, baik dari sisi ekonomi, pertanian, infrastruktur maupun sosial,” katanya.

IPSM Aceh Utara berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah serius dan menetapkan normalisasi sungai sebagai program prioritas nasional di Aceh. Mereka menilai penanganan menyeluruh terhadap DAS menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir yang terus berulang setiap tahun.

Selain itu, IPSM juga meminta adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait agar upaya penanggulangan banjir dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Kantah Kab. Jepara Mengucapkan Selamat Hari Kenaikan Yesus Kristus

Berita Terkait

Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh
Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN
Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:06

Polsek Minas Pantau Perkembangan Jagung Pipil di Minas Timur, Tanaman Tumbuh Baik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:42

Program Ketahanan Pangan Jagung Pipil di Minas Timur Terus Dipantau, Tanaman Usia 35 Hari Tumbuh Baik

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:17

Polsek Minas Panen Jagung Pipil Kuartal II, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:12

Polsek Minas Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Lahan Jagung ½ Hektare Disiapkan untuk Kuartal Kedua

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:30

Polsek Minas Dampingi Persiapan Lahan Jagung Pipil Seluas 1/2 Hektare di Minas Barat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:24

Usia 47 Hari, Tanaman Jagung Pipil di Rantau Bertuah Tumbuh hingga 1,85 Meter

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:16

Polsek Minas Pantau Budidaya Jagung Pipil di Rantau Bertuah Terus Menunjukkan Perkembangan Positif

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:12

Polsek Minas Pantau Budidaya Jagung Pipil di Rantau Bertuah Terus Menunjukkan Perkembangan Positif

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x