Mafia BBM Diduga Dilindungi Oknum APH, Perintah Gubernur Sulut dan Atensi Kapolda Diabaikan

- Penulis

Kamis, 25 Desember 2025 - 07:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

Kema 1 – Minahasa Utara, Sulawesi Utara | 25 Desember 2025

Indonesia kembali dihadapkan pada ujian serius kewibawaan negara dan integritas penegakan hukum. Dugaan penimbunan BBM ilegal berskala besar di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, hingga kini tidak ditindak tegas, meski telah terbuka ke publik dan disaksikan langsung oleh aparat penegak hukum (APH).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gudang BBM ilegal tersebut tidak dipasang police line, tidak disegel, dan tidak dihentikan aktivitasnya, menimbulkan dugaan kuat adanya pembiaran sistematis dan perlindungan terhadap mafia BBM oleh oknum aparat di wilayah hukum Polres Minahasa Utara.

Perintah Kepala Daerah Diduga Diabaikan

Situasi ini semakin mencederai wibawa negara karena perintah tegas Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Stevanus Komaling, SE, agar menindak aktivitas BBM ilegal, diduga tidak dilaksanakan. Fakta ini menimbulkan pertanyaan mendasar:

Apakah aparat di daerah lebih patuh pada kepentingan mafia dibandingkan pada pimpinan negara dan hukum?

Keanehan Terstruktur, Dugaan Relasi Gelap Menguat

Saat gudang BBM ilegal pertama kali ditemukan, APH dan awak media berada di lokasi, namun tidak ada satu pun pemberitaan yang tayang pada hari yang sama. Penundaan informasi ini memicu kecurigaan publik adanya intervensi, tekanan, dan pengondisian situasi.

Kecurigaan tersebut semakin menguat ketika seorang oknum penjual BBM hasil tap SPBU menghubungi awak media dengan kalimat bernada tekanan:

“Ketua, bisa kita berteman supaya saya bisa kerja lagi.”

Oknum tersebut juga menyebut adanya tekanan dari Kasat Reskrim Polres Minahasa Utara, dengan pesan tersirat bahwa aktivitas akan dihentikan bila tidak “berteman”. Pernyataan ini menjadi indikasi serius dugaan relasi tidak sehat antara mafia BBM dan oknum aparat penegak hukum.

Gudang Ilegal Dibiarkan, Hukum Dipertontonkan Lumpuh

Dalam tayangan live streaming penggerebekan gudang BBM ilegal, terlihat jelas kehadiran APH di lokasi. Namun hingga kini:

Baca Juga:  Dangawan Rubuh, Warga Tutup Jalan Saham–Pahauman Selama 8 Jam, Soroti Aktivitas PT GSK

❌ Tidak ada police line

❌ Tidak ada penyegelan

❌ Tidak ada penetapan tersangka

❌ Tidak ada penghentian aktivitas

Gudang tersebut justru berdiri kokoh, seolah menjadi simbol kekebalan hukum di Minahasa Utara.

Lebih ironis, perangkat desa setempat mengaku tidak pernah mengetahui keberadaan gudang BBM ilegal di wilayah mereka. Aktivitas ini jelas:

Membahayakan keselamatan warga

Merusak lingkungan

Merugikan keuangan negara

Melanggar hukum migas dan pidana umum

Rakyat Kehilangan Kepercayaan, Potensi Gejolak Sosial

Akibat pembiaran yang terus terjadi, kemarahan masyarakat memuncak. Warga dan perangkat desa menyatakan siap membongkar gudang secara paksa jika aparat terus diam.

“Jika hukum tidak ditegakkan, rakyat yang akan bertindak. Ini bukan ancaman, ini jeritan keadilan,” tegas perwakilan warga.

Pernyataan ini menjadi peringatan keras: ketika negara absen, konflik horizontal dan tindakan massa menjadi risiko nyata.

GNPK-RI Ambil Alih Jalur Nasional

Menanggapi kondisi ini, Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) melalui Koordinator Wilayah Sulawesi, Adrianto, menyatakan sikap resmi:

GNPK-RI akan:

Menyurat ke DPP GNPK-RI

Melaporkan kasus ini ke Mabes Polri

Mengajukan laporan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto

Mendesak pemeriksaan etik oleh Propam Polri

Mengusulkan pengawasan eksternal oleh Kompolnas

Langkah ini diambil karena kuatnya dugaan pembiaran, perlindungan mafia BBM, serta pengabaian perintah Gubernur Sulut oleh oknum aparat di Minahasa Utara.

Ujian Serius Bagi Polri dan Negara

Kasus ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Ini adalah ujian nyata komitmen negara dalam memberantas mafia energi dan korupsi terorganisir.

Publik kini menunggu ketegasan negara:

Apakah hukum ditegakkan tanpa pandang bulu,
atau mafia BBM kembali menang karena dilindungi kekuasaan?

Negara tidak boleh kalah.
Diamnya aparat bukan netralitas, melainkan keberpihakan.

Berita Terkait

Polres Aceh Utara Rampungkan Kasus Ayah Rudapaksa Anak Kandung, Tersangka Diserahkan ke Jaksa
KBN RI DAN PERADIN MEMINTA PRESIDEN PRABOWO TERBITKAN KEPRES UNTUK MAHKAMAH DESA/KELURAHAN.
Desa Sungai Sambang Dilanda Banjir, Aktivitas Warga Terhenti Total
MEDIA BERBASIS SINGAPURA SOROT INDONESIA, KETUA UMUM DPP AKPERSI: JANGAN BIARKAN NARASI GLOBAL MELEMAHKAN KEPERCAYAAN BANGSA TERHADAP NKRI
KBN RI, KPK RI, KEJAGUNG RI. SIAP MEMBERANTAS PUNGLI GRATIFIKASI SPMB TENTANG SE 7 KPK 2026.
Terkait Proyek Perkuatan Tebing Sungai Berembang, Pelaksana: Tanah Tempatan Hanya Kebijakan, Terjadi Pengurangan Anggaran Sebesar 19 Miliar
Ketua Umum AKPERSI: “Jangan Ada Kesan Kebal Hukum, Kami Akan Kawal Sampai Tuntas
Diduga Lakukan Intimidasi, Ketua APDESI DPD Jawa Barat Dilaporkan DPD AKPERSI Jawa Barat ke Aparat Penegak Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:06

Polsek Minas Pantau Perkembangan Jagung Pipil di Minas Timur, Tanaman Tumbuh Baik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:42

Program Ketahanan Pangan Jagung Pipil di Minas Timur Terus Dipantau, Tanaman Usia 35 Hari Tumbuh Baik

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:17

Polsek Minas Panen Jagung Pipil Kuartal II, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:12

Polsek Minas Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Lahan Jagung ½ Hektare Disiapkan untuk Kuartal Kedua

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:30

Polsek Minas Dampingi Persiapan Lahan Jagung Pipil Seluas 1/2 Hektare di Minas Barat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:24

Usia 47 Hari, Tanaman Jagung Pipil di Rantau Bertuah Tumbuh hingga 1,85 Meter

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:16

Polsek Minas Pantau Budidaya Jagung Pipil di Rantau Bertuah Terus Menunjukkan Perkembangan Positif

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:12

Polsek Minas Pantau Budidaya Jagung Pipil di Rantau Bertuah Terus Menunjukkan Perkembangan Positif

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x