Mediakompas.com, Sambas, Kalbar – Bantuan benih padi untuk kelompok tani Desa Matang Segantar Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas, diduga dijadikan bisnis oleh oknum Ketua Kelompok Tani, anggota kelompok tani dipaksa harus menebus tiga kantong benih padi dan pupuk dolomate sebesar Rp.35000 kepada ketua kelompok.Kamis (14/08/2024).
Sangat disayangkan, adanya bantuan bibit benih padi dan pupuk dolomite untuk mensejahterakan petani, diduga dijadikan Ajang Bisnis oleh oknum ketua kelompok.
Salah satu warga setempat yang enggan dicantumkan namanya mengeluh, ia mengatakan, awalnya sangat senang dan bersyukur adanya bantuan bibit benih padi dan pupuk dolomite. Namun kesenangan tersebut menjadi kekecewaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya, setelah mendengar ada pemungutan biaya yang disampaikan oleh Ketua kelompok, kami merasa sedikit kecewa.
Karena, yang namanya bantuan dari pemerintah tidak ada istilah bayar,” Ucapnya
Lanjutnya, saya sangat kesal dan kecewa dengan kebijakan ini, sebab dari dulunya ridak pernah ada pungutan biaya,” tapi sekarang mau ngambil benih aja harus bayar Rp5000, itu kan bantuan dari pemerintah yang seharusnya tidak di pungut biaya,” Kesalnya warga dengan nada kecewa.
Masih warga, ia juga menyebutkan, kalau mereka harus mewajibkan mengambil benih padi 3 karung ” berarti harus bayar Rp.15.000 ribu dan pupuk dolomite 2 karung berarti bayar Rp.20.000, artinya warga harus bayar Rp.35000,” paparnya warga penuh kesal.
Selasa 3 Agustus 2025, awak media mencoba konfirmasi Ketua Kelompok tani terkait pungutan Rp.35000, Ia mengatakan, uang yang Rp.35000 itu bukan pungutan, namun uang itu nantinya untuk upah bongkar.sangkalnya
Lanjutnya lagi, karena dari pemerintah tidak ada uang operasionalnya, jadi siapa yang mau nanggung upah bongkar ,”Kalau memang tidak percaya bisa tanya langsung dengan pihak terkait,” Ujar ketua kelompok dengan alasannya.
Saat dihubungi lewat whatsApp dinas pertanian kabupaten sambas Asbi terkait benih padi dan pupuk dolomite dipungut sebesar Rp.35000 tersebut.
“Asbi menyebutkan, bahwasanya yang namanya bantuan pemerintah tidak ada istilah bayar, ” apa lagi Rp.35000 itu terlalu besar,” katanya
Lanjutnya Asbi, kami akan segera menghubungi dinas pertanian yang ada di desa matang Segantar untuk mempertanyakan kebenaranya,” jelas asbi.



















