Mediakompas.com, Kalimantan Barat — Mengutip Pernyataan Sekda Kabupaten Sanggau “Aswin Khatib”yang di post di salah satu akun di media sosial, kembali menyoroti kebocoran dan penyalahgunaan BBM bersubsidi pada Kamis (23/10/2025), justru memantik pertanyaan publik
sampai kapan Pemerintah Kabupaten Sanggau hanya sebatas mengeluh di podium tanpa langkah korektif yang konkret di lapangan?Sabtu (25/10/2025)
Dalam pernyataannya,Sekda menyebut penyaluran BBM bersubsidi selama ini masih tidak tepat sasaran, bahkan rentan disalahgunakan untuk penyelundupan dan penjualan ilegal.
Namun publik menilai persoalan itu bukan baru pertama kali disampaikan,melainkan sudah berulang kali dikritisi, tanpa satu pun langkah koreksi struktural yang benar-benar terlihat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Persoalan yang kita hadapi di antaranya penyaluran yang tidak tepat sasaran yaitu banyak masyarakat yang tidak berhak menerimanya namun menggunakannya…” ujar Sekda. Tetapi pernyataan ini justru menegaskan kegagalan pengawasan Pemda sendiri selama bertahun-tahun.
Sebagai pengamat kebijakan pemerintah Rizal Parizal menilai jika pemerintah hanya mampu mengulang narasi serupa tanpa tindakan tegas seperti penertiban SPBU.
Pembekuan izin nakal, audit distribusi digital, dan kolaborasi penegak hukum.”maka wajar publik menilai Pemda Sanggau hanya pandai berpidato,tidak menunjukkan kemauan politik untuk memperbaiki keadaan secara nyata”ujarnya dengan gayanya yang santai dan khas.



















