Setelah Digempur Netizen, Istana Kembalikan ID Wartawan CNN

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 10:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Mediakompas.com, Pontianak – Kalau bahasa Sambas, namenye “Burok Sikok” Barang yang sudah diserahkan, diambil lagi. Itulah peel istana. ID liputan wartawan yang diudah dicabut, diserahkan lagi. Istana seperti tak berdaya menghadapi gempuran netizen plus organisasi wartawan. Simak narasinya sambil seruput kopi latte no sugar, wak!

Gini ceritenye! Sebuah kartu ID liputan, benda seukuran KTP biasanya cuma tergelincir di dalam dompet bersama struk belanja dan kartu parkir. Kali ini, kartu itu berubah jadi pusaka sakral, lebih berharga dari keris Mpu Gandring, lebih dicari dari tiket konser Lyodra Tiara Ziva (LTZ). Ketika ID liputan wartawan CNN Indonesia, Diana Valencia, dicabut oleh Istana hanya karena ia bertanya soal isu keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), seketika dunia maya pecah. Netizen, makhluk yang biasanya ribut soal gosip artis atau war tiket konser, tiba-tiba bersatu bak pasukan perang dalam epik kolosal. Mereka menyerbu dengan senjata pamungkas, cuitan, komentar, meme, hingga tagar #SaveDiana yang bertebaran lebih deras dari hujan di bulan Desember.

Kronologinya memang absurd. Di Lanud Halim Perdanakusuma, Diana bertanya soal ribuan siswa yang keracunan MBG. Pertanyaan itu dianggap “di luar konteks” oleh Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI). Seketika, ID liputan Istana miliknya dicabut. Padahal, pekerjaan jurnalis memang mencari konteks yang tidak nyaman, menggali pertanyaan yang bikin pejabat keringat dingin. Tapi alih-alih menjawab dengan elegan, yang terjadi justru seperti drama sinetron, kartu disita, akses ditutup, dan publik dipaksa menonton babak baru kebebasan pers yang digadaikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu datanglah gelombang protes. Dewan Pers langsung berteriak, pencabutan itu pelanggaran Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan akses itu harus dipulihkan segera. Abdul Manan, anggota Dewan Pers, lebih pedas lagi, tindakan BPMI sama saja dengan melarang wartawan meliput di Istana. Forum Pemred, IJTI, PWI, AJI ikut nimbrung, seperti Avengers yang mendengar ada kota diserang alien. Semua berteriak kompak, kembalikan ID itu, atau bersiaplah menghadapi badai.

Badai itu bernama netizen. Dengan jurus khas mereka, like, share, repost, retweet, isu ini melesat jadi trending, lebih cepat dari gosip percintaan Amanda Manopo & Kenny Austin.

Setiap komentar seperti panah api yang dilempar ke benteng Istana. Setiap meme adalah bom waktu yang meledak di timeline. Istana pun kewalahan. Akhirnya, setelah rapat, mediasi, dan mungkin juga membaca ribuan komentar pedas, pada Senin, 29 September 2025, ID liputan itu dikembalikan langsung kepada Diana Valencia. Serah terima disaksikan Pemred CNN, Titin Rosmasari, dan pejabat Istana, seolah-olah ini penandatanganan perjanjian damai antara dua kerajaan yang baru saja berperang.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Istana, Yusuf Permana, pun muncul dengan pernyataan klasik, kejadian ini tidak akan terulang kembali, Kepala Biro Pers sudah menyesal, dan semua pihak diminta move on. Kalimat itu terdengar manis, tapi netizen tahu, tanpa mereka, ID itu mungkin masih terkurung di laci Istana. Di titik inilah netizen merasa menang. Mereka berhasil membuktikan, sekali lagi, jari-jari mereka lebih tajam dari samurai, lebih efektif dari pasal-pasal hukum yang kadang tidur di rak buku.

Kemenangan ini bukan sekadar tentang selembar ID. Ini adalah simbol bahwa suara rakyat, meski diketik sambil rebahan dengan kuota darurat, bisa mengguncang istana yang megah. Ini bukti kebebasan pers bukan mainan birokrasi, tapi hak yang dijaga berjuta mata digital. Netizen merayakannya dengan meme, dengan caption heroik, dengan gelak tawa sarkastis. Mereka tidak hanya jadi penonton, tapi sutradara yang mengubah jalannya cerita.

Begitulah, di akhir babak ini, para netizen berdiri di atas puing-puing komentar, mengangkat jempol mereka ke langit biru sambil berteriak, “Hidup kebebasan pers! Hidup netizen!” Karena dalam republik absurd ini, hanya ada satu kekuatan yang tak bisa dilawan siapa pun, the power of netizen.

Foto Ai, hanya ilustrasi

#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Berita Terkait

Wakil Bupati Aceh Utara Ajak Semua Pihak Bergandeng Tangan Bangun Daerah di Musda Golkar XI
HUT ke-4 Satupena.co.id di Aceh Tengah: Dari Kata Menjadi Karya, Mengabdi untuk Masyarakat
Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh
Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV
Ibu PKK Aceh Utara Serahkan Jadup Rp80 Miliar Secara Simbolis di Dewantara
Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Aceh Utara Dilantik, Bupati Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Seni Budaya Aceh Sedati Tunang Meriahkan HUT ke-81 RI di Cot Girek
Drum Band SMA Negeri 1 Cot Girek Meriahkan Karnaval HUT ke-81 RI
Berita ini 11 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:36

Wakil Bupati Aceh Utara Ajak Semua Pihak Bergandeng Tangan Bangun Daerah di Musda Golkar XI

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:26

HUT ke-4 Satupena.co.id di Aceh Tengah: Dari Kata Menjadi Karya, Mengabdi untuk Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:18

Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan 2026 Digelar di Pontianak, Bahas Ekonomi, Ekologi dan Sosial-Keagamaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:19

PLB Temajuk Kembali Diaktifkan, Bupati Satono: Perbatasan Beranda Terdepan Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:50

Masyarakat Peduli Mangrove Tagih Kejelasan, Wakil Rakyat Diminta Usut Pembabatan Hutan Mangrove

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:57

Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Muhammad Johan Jadi Inspirasi Birokrat Pendidikan Aceh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:33

Wagub Kalbar Tampung Keluhan Nelayan Paloh, Dorong Pembangunan SPBN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20

Lagi! Warga Beurandang Dayah Tunjuk LBH ANKARA Hadapi Sengketa Dengan PTPN IV

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x