Warga Mengeluh Jalan Masih Baru Sudah Rusak, PPK: Karena Kendaraan ODOL, IGS: Saya Cuma Sewakan Alat, Adhi Karya yang Punya Proyek 

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Mediakompas.com, Kalimantan Barat – Masyarakat di sekitar jalan Lintas Kalimantan Poros Utara Menuju arah Kabupaten Sintang, di Nanga Kantuk, Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, Propinsi Kalimantan Barat mengeluh karena bangunan jalan yang masih terbilang baru sudah mengalami kerusakan parah.

“HER, masyarakat setempat kepada media ini menyampaikan,” Jalan ini sudah mengalami kerusakan parah, padahal masih terbilang baru yang dikerjakan pada tahun 2024 lalu, namun lihatlah kondisi saat ini.

Pria yang juga dikenal sebagai tokoh adat setempat itu kembali menambahkan,” Mereka ( Pelaksana) juga ada mengambil material di dekat sungai sini, dan saya tau tempat itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tim media melakukan penelusuran dan mendapatkan nama untuk dikonfirmasi,” Saudara IGS Via telp WhatsApp menjelaskan saat diminta keterangan terkait jalan tersebut,” Saya cuma membantu doang aja, mereka pinjam alat, Sewa alat gitu, yang punya proyek itu Adhi Karya, Silakan saja pak, Kasian masyarakat, rugi tu, kerja macam hantu.

“Awak media kembali pertanyakan terkait hanya sewa alat, dan IGS kembali menegaskan,” Ya kitakan nyewakan alat segala macam kemaren, cuman karena saya sudah dikenal orang banyak, akhirnya nama saya disebut orang kan, Mana juga orang kenal Adhi Karya orang dari pulau Jawa sana.

Bapak kejar saja ke balai situ yang gedung Kartini, sudah bapak jangan cari yang lain bapak kejar saja Adhi karya, mereka lempar sana sini itu,” tegasnya.

“Keterangan AJi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Menyampaikan,” Dalam perencanaan jalan tersebut, diasumsikan bahwa kendaraan yang melintas memiliki spesifikasi teknis sesuai regulasi, baik dari segi berat maupun dimensi.

Namun dalam praktik di lapangan, khususnya pada daerah-daerah penghasil kelapa sawit, sering ditemukan kendaraan angkutan hasil perkebunan yang Overload (kelebihan muatan) dan Overdimension (dimensi melebihi ketentuan). Kendaraan ODOL ini memberikan beban yang jauh lebih besar dari yang dirancang, sehingga berdampak serius terhadap kinerja dan umur rencana perkerasan jalan aspal. Satu kendaraan ODOL bisa setara dengan puluhan kendaraan normal dalam hal kontribusi terhadap kerusakan jalan.

Foto: Pengukuran ketebalan Jalan yang rusak

Masuknya lalu lintas ODOL secara terus-menerus akan mempercepat terjadinya kerusakan jalan. Dalam beberapa kasus ekstrem, umur jalan bisa turun hingga 50% atau lebih. Kendaraan ODOL keretakan dan lubang pada lapisan perkerasan. Beban berlebih juga menyebabkan kerusakan struktural permanen.

Baca Juga:  Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

“Saat diminta informasi pelaksana proyek, Pak AJI menjawab,” Adhi Karya kongsi dengan Perusahan² lokal pak,”terangnya.

“Tim Gabungan LSM Esok Center dan Limas yang juga turun langsung melihat kondisi di dilapangan, melalui Syafarahman dan Oviandi.A.M.d  menanggapi,” Pemerintah harus membentuk tim independen untuk mengaudit kualitas jalan yang rusak.

Foto: Saluran kiri kanan Jalan Geotextile

Audit harus menjawab, apakah kerusakan murni karena ODOL, atau ada indikasi kegagalan konstruksi? Ini akan menentukan langkah rehabilitasi dan pihak yang harus menanggung biaya perbaikan.

Pemerintah daerah (Polisi & Dishub) harus melakukan operasi secara rutin dan konsisten di jalur tersebut untuk menindak tegas kendaraan ODOL.

Pemerintah harus terbuka mengenai hasil audit dan langkah-langkah yang akan diambil kepada masyarakat. Jika terbukti ada kelalaian dari kontraktor, sanksi kontrak dan hukum harus diberlakukan.

Melalui informasi ini Masyarakat perlu diedukasi bahwa meskipun umur jalan masih baru, beban yang jauh melampaui batas kemampuan struktur jalan akan menyebabkan kerusakan cepat. Namun, pemerintah juga harus bersikap kritis dan tidak serta-merta “menutupi” kemungkinan kesalahan dalam konstruksi dengan hanya menyalahkan ODOL.

Kerusakan jalan di Nanga Kantuk adalah contoh klasik dari permasalahan infrastruktur di daerah penghasil komoditas.

Faktor ODOL adalah penyebab utama yang sangat dominan, namun kualitas konstruksi oleh PT Adhi Karya tetap harus diselidiki lebih lanjut untuk memastikan tidak ada kelalaian. Solusi jangka pendek adalah perbaikan jalan, sedangkan solusi jangka panjangnya adalah penegakan hukum yang kuat terhadap pelaku ODOL dan perencanaan pembangunan jalan dengan spesifikasi yang lebih tinggi di daerah dengan potensi lalu lintas berat.

“Terkait hal ini kami telah menyusun hasil investigasi dan sumber yang diperlukan dan mempertimbangkan untuk menindaklanjutinya,”tutupnya.

Redaksi selalu membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam laporan ini, sesuai dengan Pasal 5 dan 6 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Kunker Ke Polres Aceh Tenggara, Kapolda Aceh Tekankan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat dan Kunjungi Pesantren Darul Iman
Hujan Lebat, Dayah Nurul Iman di Pirak Timu Terendam Banjir
Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap
IPSM Aceh Utara Desak Pemerintah Pusat Segera Normalisasi Sungai di Aceh
Jurnalis Aceh Utara Angkat Bicara Masalah Desil
Diduga Cemarkan Nama Baik Saat Live TikTok, Pemilik Akun Kompasakses.com Keberatan atas Tuduhan Teuku Tiyar
Polda Aceh Fasilitasi Audiensi Penyelesaian HGU Lahan Antara PT Bumi Flora dengan Masyarakat Aceh Timur
‎Diduga Hina Wartawan Saat Dikonfirmasi, Mantan Geuchik Lhok Pu’uk Resmi Dipolisikan
Berita ini 14 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:58

Kunker Ke Polres Aceh Tenggara, Kapolda Aceh Tekankan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat dan Kunjungi Pesantren Darul Iman

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:14

Hujan Lebat, Dayah Nurul Iman di Pirak Timu Terendam Banjir

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:25

Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:13

Kunker ke Polres Gayo Lues, Kapolda Aceh Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Tandatangani Prasasti Pembangunan Polsek Dabun Gelang

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:29

Momen Humanis Personil Polresta Pati Pada saat Pelayanan Aksi Unras

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:03

IPSM Aceh Utara Desak Pemerintah Pusat Segera Normalisasi Sungai di Aceh

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:22

Kantor Pertanahan Kab. Jepara Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi PTSL 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:20

Buka Webinar Kearsipan Sekjen ATR/BPN :Peralihan Ke Arsip Elektronik Harus Dikelola dengan Baik

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x