Mediakompas.com, Sintang, Kalimantan Barat – Dugaan penyimpangan pendistribusian BBM bersubsidi kembali mencuat di SPBU 64.786.003 Tugu Beji, Jalan Kelam, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang. Pada Jumat, 27 Juni 2025, terlihat sebuah mobil Kijang mengisi BBM jenis Pertalite langsung ke dalam mobil melalui jendela, dengan nosel yang dimasukkan ke dalam jendela mobil yang diduga berisi jeriken atau drum.
“Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya, saya hampir setiap hari melihat mobil yang terindikasi siluman bebas mengisi BBM bersubsidi. Kami yang benar-benar membutuhkan malah kesulitan mendapatkannya,” ungkapnya.
Hasil penelusuran awak media terlihat Aktivitas pengisian berlangsung diduga tanpa pengawasan yang ketat, di mana petugas SPBU tampak leluasa melayani pengisian dalam jumlah besar.
Padahal, sesuai regulasi migas, BBM bersubsidi hanya boleh disalurkan kepada konsumen akhir yang berhak, bukan kepada pengecer.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini jelas pelanggaran besar. BBM subsidi seharusnya untuk rakyat kecil, bukan untuk dijual kembali, tegas seorang pemerhati energi di Kalimantan Barat. Praktik ini tidak hanya merugikan masyarakat kecil, tetapi juga membuka celah bagi mafia BBM yang memanfaatkan distribusi ilegal.
Masyarakat mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak. Pengawasan distribusi BBM subsidi perlu diperketat agar praktik ilegal ini tidak terus berulang.Kalau ini dibiarkan, distribusi BBM subsidi akan kacau. Kita butuh tindakan tegas dari pemerintah, lanjut pemerhati tersebut.
Pengisian BBM subsidi menggunakan jeriken atau drum harus memenuhi beberapa ketentuan, seperti:
– Perizinan tertulis dari pihak terkait
– Jenis BBM subsidi memiliki pembatasan ketat
– Standar wadah yang memenuhi keamanan
– Tujuan penggunaan untuk keperluan yang mendukung kehidupan sehari-hari atau aktivitas usaha masyarakat
Kami telah mencoba menghubungi untuk mengkonfirmasi (H) no wa 08125761XXXX pengelola SPBU 64.786.003 Tugu Beji untuk meminta keterangan,bukan jawaban yang kami dapat namun no wa awak media malah di blokir. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
Sementara sampai berita ini terbit belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina.
Jurnalis: Supriadi



















