TKA China Mengamuk di Ketapang: Drone Ilegal, Aparat TNI Diserang, Negara Dipermalukan Terang-Terangan

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 04:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Mediakompas.com, Ketapang – Ini bukan sekadar insiden. Ini tamparan telak bagi kedaulatan negara. Di area tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri, Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, langit Ketapang dijadikan arena pengintaian ilegal. Empat TKA asal China menerbangkan drone tanpa izin, seolah wilayah ini tak bertuan dan hukum hanya pajangan.

Ketika satu petugas pengamanan dan lima prajurit TNI Yonzipur 6/SD yang sedang latihan mendekati untuk klarifikasi, logika hukum berhenti total. Sekitar 300 meter dari gerbang perusahaan, sebelas TKA lain muncul membawa senjata tajam, airsoft gun, dan alat setrum. Bukan untuk bekerja. Untuk menyerang.

Akibatnya, lima prajurit TNI diserang, satu mobil dan satu sepeda motor dirusak. Aparat negara dihajar di tanah sendiri. Ini bukan lagi pelanggaran, ini penghinaan terbuka terhadap negara. Jika kejadian serupa terjadi di luar negeri, para pelaku sudah lama ditahan dan diadili. Di Ketapang, publik dipaksa menelan kata basi: kejadian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta membuat pembelaan apa pun runtuh. Per Desember 2025, terdapat 364 TKA asal China bekerja di Kabupaten Ketapang. Inspeksi mendadak Kementerian Ketenagakerjaan di kawasan industri Pagar Mentimun membongkar borok besar: ratusan TKA menggunakan visa kunjungan C19 dan C20, bukan visa kerja. Tanpa RPTKA. Tanpa dasar hukum. Tanpa rasa takut.
Salah satu perusahaan, PT Shandong Zhengtai Construction Indonesia, diduga mempekerjakan sedikitnya 202 TKA ilegal.

Baca Juga:  Miris! Anggaran Miliaran, Warga Aceh Timur Diduga Hanya Dapat 2 Ons Daging Meugang Bantuan Presiden

Lebih tragis, semua ini terjadi setelah kematian seorang TKA, Wang Abao, akibat kecelakaan kerja—dan ia juga bekerja tanpa RPTKA. Satu nyawa hilang, ratusan pelanggaran terbuka, namun sistem tetap diam. Negara hadir hanya sebagai penonton.

Daniel, Ketua Laskar Jagadilaga Ketapang (LJK), melontarkan kecaman paling keras.
“Ini memalukan. Sangat memalukan. Bagaimana mungkin ratusan TKA masuk dan bekerja bebas tanpa izin lengkap? Apakah Pemkab Ketapang tidak tahu, atau sengaja menutup mata?” tegas Daniel.

Ia juga menuding kegagalan total pengawasan.
“Imigrasi ke mana? Instansi terkait ke mana? Jangan sampai Ketapang berubah jadi wilayah abu-abu, tempat hukum bisa diinjak-injak oleh kepentingan modal. Pemerintah Ketapang wajib bertindak sekarang, bukan besok. Jika dibiarkan, yang hancur bukan hanya lingkungan, tapi harga diri daerah dan negara,” katanya.

Peristiwa ini adalah alarm darurat. Ketika TKA ilegal berani membawa senjata, menyerang TNI, dan menerbangkan drone tanpa izin, itu tanda negara sedang dilecehkan di rumahnya sendiri. Jika aparat dan pemerintah tetap lunak, maka yang ditambang bukan cuma emas Ketapang—tetapi kedaulatan Indonesia.

Berita Terkait

Kunker Ke Polres Aceh Tenggara, Kapolda Aceh Tekankan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat dan Kunjungi Pesantren Darul Iman
Hujan Lebat, Dayah Nurul Iman di Pirak Timu Terendam Banjir
Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap
IPSM Aceh Utara Desak Pemerintah Pusat Segera Normalisasi Sungai di Aceh
Jurnalis Aceh Utara Angkat Bicara Masalah Desil
Diduga Cemarkan Nama Baik Saat Live TikTok, Pemilik Akun Kompasakses.com Keberatan atas Tuduhan Teuku Tiyar
Polda Aceh Fasilitasi Audiensi Penyelesaian HGU Lahan Antara PT Bumi Flora dengan Masyarakat Aceh Timur
‎Diduga Hina Wartawan Saat Dikonfirmasi, Mantan Geuchik Lhok Pu’uk Resmi Dipolisikan
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:58

Kunker Ke Polres Aceh Tenggara, Kapolda Aceh Tekankan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat dan Kunjungi Pesantren Darul Iman

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:14

Hujan Lebat, Dayah Nurul Iman di Pirak Timu Terendam Banjir

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:25

Penganiayaan Berat Mahasiswi Telah Dilaporkan ke Polsek Kota Utara Polres Gorontalo, Pelaku Belum di Tangkap

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:13

Kunker ke Polres Gayo Lues, Kapolda Aceh Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Tandatangani Prasasti Pembangunan Polsek Dabun Gelang

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:29

Momen Humanis Personil Polresta Pati Pada saat Pelayanan Aksi Unras

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:03

IPSM Aceh Utara Desak Pemerintah Pusat Segera Normalisasi Sungai di Aceh

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:22

Kantor Pertanahan Kab. Jepara Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi PTSL 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:20

Buka Webinar Kearsipan Sekjen ATR/BPN :Peralihan Ke Arsip Elektronik Harus Dikelola dengan Baik

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x